JELANG PILKADA 2024, Pemerintah Waspadai Modus Pembuatan NIK Baru

- Penulis

Selasa, 27 Agustus 2024 - 00:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. Ditjen Dukcapil Kemendagri meminta anak buahnya hati-hati jika ada permintaan NIK baru dari warga berusia 20 tahun ke atas jelang Pilkada. Dikhawatirkan jadi modus kecurangan. (CNNIndonesia/Ramadhan Nur F)

Foto Ilustrasi. Ditjen Dukcapil Kemendagri meminta anak buahnya hati-hati jika ada permintaan NIK baru dari warga berusia 20 tahun ke atas jelang Pilkada. Dikhawatirkan jadi modus kecurangan. (CNNIndonesia/Ramadhan Nur F)

SuarIndonesia — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap modus pembuatan nomor induk kependudukan (NIK) baru menjelang Pilkada Serentak 2024.

Dikutip dari CNNIndonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Hani Syopiar Rustam meminta bawahannya berhati-hati menerbitkan NIK baru menjelang pilkada.

“Penduduk usia 20 tahun ke atas, apalagi sudah kepala tiga atau kepala empat, tolong hati-hati dan teliti jika ada yang minta menerbitkan NIK baru. Cek secara berlapis. Cek namanya, tanggal lahirnya, dan nama ibunya. Cek juga biometriknya,” kata Hani di Aula T2 Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dalam keterangan tertulis, Senin (26/8/2024).

Hani mengatakan sudah sangat jarang orang dewasa yang belum mempunyai NIK. Ia khawatir permintaan NIK baru oleh orang dewasa adalah modus perbuatan melanggar hukum.

“Terlebih sebentar lagi Pilkada Serentak 2024. Ini momen politik jangan sampai data Dukcapil dinodai oleh kepentingan atau orang yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Baca Juga :   ANAK harus Dilindungi dari Promosi Vape di Medsos

Hani menjelaskan penerbitan NIK baru akan menimbulkan kegandaan data. Hal ini juga akan merugikan orang yang bersangkutan.

Dia berkata sistem akan mendeteksi orang tersebut melalui rekaman iris atau sidik jari. Jika ternyata orang itu sudah pernah membuat NIK, maka pembuatan e-KTP akan diblokir.

“Data ganda tidak bisa diterbitkan KTP-elnya. Selain itu, juga akan kesulitan mengakses layanan publik karena datanya bermasalah,” ujarnya.

Pilkada Serentak 2024 akan segera dimulai. Pendaftaran pasangan calon akan dilakukan pada 27-29 Agustus. Pemungutan suara dilaksanakan 27 November. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KPK: Pejabat Baru Dilantik Presiden Diimbau Laporkan Kekayaan
KALAPAS Cibinong Diberhentikan dari ASN dan 16 Pegawai Disanksi
PRESIDEN Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam
POLRI Rotasi 88 Pati Termasuk Kapolda
11 TERSANGKA Terorisme di Enam Provinsi Ditangkap
HANURA KALSEL Lantik Tiga Ketua DPC, Harus Mampu Membesarkan Partai dengan Menghadirkan Solusi Nyata
MEMBARA Komplek Pamen Polri Belitung Laut Banjarmasin, Rencana Datangkan Tim Lab Forensik Mabes
TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43

KPK: Pejabat Baru Dilantik Presiden Diimbau Laporkan Kekayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:29

PRESIDEN Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:21

POLISI Melacak Ibu Pembuang Bayi di Teras Rumah Warga Cempaka Raya Banjarmasin Barat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:56

POLRI Rotasi 88 Pati Termasuk Kapolda

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:38

11 TERSANGKA Terorisme di Enam Provinsi Ditangkap

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:48

MEMBARA Komplek Pamen Polri Belitung Laut Banjarmasin, Rencana Datangkan Tim Lab Forensik Mabes

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:25

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:08

SYAHGANDA Nainggolan jadi Kepala Bakom

Berita Terbaru

Pencarian orang utan terdampak karhutla. (Foto: HO-BKSDA Kalteng)

Kalteng

6 SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet

Senin, 5 Okt 2026 - 23:50

Rektor Terpilih ULM periode 2026-2030, Iwan Aflanie, memberikan keterangan kepada media usai penetapan hasil pemilihan rektor, Jumat (2/10/2026). (Foto: HO-ULM)

Kalsel

IWAN AFLANIE Dilantik sebagai Rektor ULM

Senin, 5 Okt 2026 - 19:53

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca