SuarIndonesia – Komisi Irigasi Kalsel mulai memetakan antisipasi jadwal tanam pada musim kemarau mendatang. Pemetaan tersebut dibahas dalam sidang pleno Komisi Irigasi.
“Sidang pleno pertama Komisi Irigasi membagas bagaimana antisipasi permasalahan di musim kemarau, mengawal jadwal tanam petani, serta beberapa jadwal pengeringan seperti pengeringan irigasi riam kanan,” jelas Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan PenataanRuang (PUPR) Kalsel, Herry Ade Permana.
Herry mengatakan, sebagai wadah pengelolaan irigasi di Indonesia, komisi irigasi berdasarkan regulasi peraturan Menteri PUPR nomor 17 tahun 2015 tentang Komisi Irigasi, setiap kewenangan irigasi pemerintah provinsi kabupaten kota memiliki kewajiban membantu komisi irigasi.

“Komisi irigasi adalah wadah bagaimana mengelola irigasi dalam satu sistem yang di dalamnya hadir unsur pemerintah dan non pemerintah, yaitu petani yang tergabung dalam Perhimpunan Petani Pemakai Air atau P3A,” katanya.
Ia menuturkan, dalam satu tahun komisi irigasi menggelar dua sidang pleno membahas perencanaan dan antisipasi irigasi menjelang musim kemarau dan menjelang musim hujan.
Diharapkan melalui sidang pleno ini semua stakeholder, baik unsur pemerintah maupun non pemerintah memahami bahwa dalam melakukan jadwal tanam harus berbasis iklim dan cuaca yang akurat.
“BMKG telah memberi paparan prediksi cuaca musim kemarau di Kalsel sehingga kita harus bersinergi tentang jadwal tanam yang dilaksanakan di Irigasi.
Kemudian beberapa permasalahan lainnya, seperti kolam ikan yang ada di Riam Kanan juga dibahas, diberi solusi dan langkah kedepan oleh BWS Kalimantan III, bagaimana konflik di riam kanan antar kolam ikan dan petani,” terangnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















