Suarindonesia – Irspektur Pengawas Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Moechgiyarto mendarat di Bandara Syamsudin Noor menggunakan helikopter, Rabu (25/9) sore, sekitar pukul 15.30. Usai mendarat ia langsung meninjau codetan air sekunder irigasi di Cindai Alus yang dijebol untuk pengairan sekat kanal areal rawa gambut Guntung Damar, Banjarbaru.
Moechgiyarto mengakui masih terdapat kekurangan yang perlu dievaluasi dilakukan kemudian untuk perbaikan.
“Termasuk soal perlengkapan peralatan yang masih minim dimiliki petugas di lapangan.
Ini sudah menjadi masukan dan bisa jadi bahan untuk evaluasi nantinya,” tegasnya.
Moechgiyarto menjelaskan, kedatangannya ke Kalsel juga rangkaian dalam pengawasan sejauh mana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiap daerah termasuk di Kalteng dan Kalsel.
“Saya melihat secara umum petugas Polri dibantu masyarakat yang peduli api sudah bekerja dan menurut saya sudah optimal,” kata Moechgiyarto.
Dijelaskannya, karena yang terbakar lahan gambut tentunya berbagai inovasi diperlukan untuk menangani.
“Masing-masing polda sudah membuat inovasi tersendiri untuk mengatasi karhutla di kawasannya, terutama dalam mencegah supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Ketika itu didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, dan Danrem 101/Antasari Kolonel Inf M Syech Ismed, Moechgiyarto juga melihat areal kebakaran di Liangangang dan rencana akan dilanjutkan hari inu di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru.
Sednagkan Irjen Pol Yazid Fanani menjelaskan, penanganan Karhutla di Kawasan Guntung Damar harus dialiri air karena kesulitan petugas sebelumnya adalah air.
Bersama pihak terkait dibuat codetan air dari saluran sekunder irigasi.
“Air sudah ada, tentunya ini kemudian embung ditutup, agar bisa sampai ke lahan gambut di Guntung Damar, dan bisa terbasahkan di lokasi yang perlu dibasahi,” kata dia.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















