Irwasum Mabes Polri :  Penanganan Karhutla di Kalsel, Peralatan Masih Minim dan Perlu Dievaluasi

- Penulis

Kamis, 26 September 2019 - 01:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Irspektur Pengawas Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Moechgiyarto mendarat di Bandara Syamsudin Noor menggunakan helikopter,  Rabu (25/9) sore, sekitar pukul 15.30. Usai mendarat ia langsung meninjau codetan air sekunder irigasi di Cindai Alus yang dijebol untuk pengairan sekat kanal areal rawa gambut Guntung Damar,  Banjarbaru.

Moechgiyarto mengakui masih terdapat kekurangan yang perlu dievaluasi dilakukan kemudian untuk perbaikan.

“Termasuk soal perlengkapan peralatan yang masih minim dimiliki petugas di lapangan.

Ini sudah menjadi masukan dan bisa jadi bahan untuk evaluasi nantinya,” tegasnya.

Moechgiyarto menjelaskan, kedatangannya ke Kalsel juga rangkaian dalam pengawasan sejauh mana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiap daerah termasuk di Kalteng dan Kalsel.

“Saya melihat secara umum petugas Polri dibantu masyarakat yang peduli api sudah bekerja dan menurut saya sudah optimal,” kata Moechgiyarto.

Dijelaskannya, karena yang terbakar lahan gambut tentunya berbagai inovasi diperlukan untuk menangani.

Baca Juga :   WAKET KOMISI VII DPR RI: Anyaman-Sasirangan Kalsel harus Didukung Go-International

“Masing-masing polda sudah membuat inovasi tersendiri untuk mengatasi karhutla di kawasannya, terutama dalam mencegah supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Ketika itu didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, dan Danrem 101/Antasari Kolonel Inf M Syech Ismed,  Moechgiyarto juga melihat areal kebakaran di Liangangang dan rencana akan dilanjutkan hari inu di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru.

Sednagkan Irjen Pol Yazid Fanani menjelaskan, penanganan Karhutla di Kawasan Guntung Damar harus dialiri air karena kesulitan petugas sebelumnya adalah air.

Bersama pihak terkait dibuat codetan air dari saluran sekunder irigasi.

“Air sudah ada, tentunya ini kemudian embung ditutup, agar bisa sampai ke lahan gambut di Guntung Damar,  dan bisa terbasahkan di lokasi yang perlu dibasahi,” kata dia.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP
SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel
PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar
KORBINMAS BAHARKAM POLRI Cek Kendaraan dan Alusista di Polda Kalsel
PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin
DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru
KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik
LAKALANTAS MAUT di Traffic Light Sultan Adam, Renggut Nyawa Seorang Ibu Dibonceng Anaknya

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca