INVESTOR DIGAET, Hidupkan Kembali Kawasan WKM

INVESTOR DIGAET, Hidupkan Kembali Kawasan WKM

SuarIndonesiaPemko Banjarmasin kepincut investor. Yang rumornya, bersedia membenahi dan mengembangkan kawasan Wisata Kuliner Mandiri (WKM) yang mati suri.

WKM sendiri berada di tepian Sungai Martapura, tepatnya berseberangan dengan maskot patung bekantan.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, ia sudah melihat desain pengembangan kawasan yang ditawarkan investor swasta itu. Ia pun mengaku tertarik.

“Secara umum, tadi desainnya saya lihat sangat bagus, dan saya pribadi tertarik,” ucapnya, pada Rabu (15/6/2022) di Balai Kota.

Jauh-jauh hari, untuk pengembangan kawasan potensial, Ibnu memang berharap ada investor yang bersedia menawarkan sesuatu yang lebih pada pemko. Dan kali ini, ada investor yang menurutnya mengajukan perencanaannya.

Dibeberkan Ibnu, rencananya, kawasan yang dikembangkan ada dua., yakni Kampung Ketupat, dan kawasan Kota Lama yakni WKM.

Bahkan, menurut Ibnu, konsepnya juga akan berubah total. Kawasan WKM misalnya, itu bakal dibongkar total. Akan lebih banyak area terbuka.

Ada kafe-kafe di sekitarnya. Kemudian dijadikan tempat pedestrian seperti di kota lain. Menyambung kawasan Kota Lama.

Baca Juga :

SOLUSI Mengubah Tantangan Menjadi Peluang, Dorong UMKM

Dijelaskan Ibnu, pasca pandemi, pembangunan sekarang mesti menyesuaikan. Modelnya, berupa sarana ruang publik yang luas. Tempat yang nyaman untuk berinteraksi.

“Jadi tidak seperti yang ada sekarang,” ucapnya.

Ibnu menyampaikan, di mana pun, kawasan pinggir sungai sungguh pas dan menarik bagi warga yang hendak bersantai. Dan di kawasan WKM, misalnya, pemandangannya juga bagus.

“Persis di seberang maskot patung bekantan. Jadi sangat bagus sekali. Dan kami tertarik sekali gambaran mereka (investor) tentang rencana pengembangan itu,” tekannya.

Disinggung siapa yang nantinya menempati wadah usaha yang disediakan di sana, Ibnu mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada investor.

“Mereka yang nanti merekrut UMKM dan lain sebagainya. Kami prioritaskan mengakomodir UMKM yang ada. Dan tentu akan dikelola secara profesional,” ucapnya.

“Sengaja kami minta untuk dikelola investor. Mengingat SDM pemko terbatas. Lagi pula, tidak seluruh ASN paham dengan bisnis. Jadi dipihakketigakan saja,” tutupnya. (SU)

 70 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!