INVESTOR Dalam Negeri Masih Bergerak di Kalsel di Tengah Pandemi COVID-19

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2020 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kondisi pandemi COVID-19 ternyata sangat berpengaruh terhadap minat investor asing untuk menanamkan investasinya di Kalsel. Sedangkan investor dalam negeri masih bisa bergerak.

Kepada SuarIndonesia.com, Rabu (3/6/2020), di Banjarbaru, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Nafarin, mengatakan, nilai investasi Kalsel triwulan pertama 2020 Rp1,5 triwulan mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding triwulan pertama 2019 sebesar Rp3 triliun.

Faktor penyebabnya, ungkap Nafarin, adalah kondisi pandemi COVID-19 yang membuat semuanya stagnan terutama untuk PMA (Penanaman Modal Asing), sedangkan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) masih bisa bergerak.

Sebagai gambaran, pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan I seperti dirilis BPS (Biro Pusat Statistik) Kalsel bisa mencapai 5,6 persen. “Angka ini jauh di atas nasional,” tambahnya

Penyebabnya, lanjut Nafarin, ternyata nilai ekspor dari sektor industri kehutanan seperti plywood, serta perhiasan dan emas masih bagus.

Menurut Nafarin, kedua sektor ini yang bisa mendongkrak dan menopang ekspor Kalsel. Sedangkan komoditi lain, seperti kelapa sawit, kakao, dan karet turun.

Nafarin berharap, pada triwulan kedua nilai investasi Kalsel bisa membaik. “Dengan kondisi seperti ini, memang agak sulit, tapi kita tetap berharap,” tambahnya.

Baca Juga :   SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Secara rinci Nafarin menjelaskan, nilai investasi Kalsel triwulan I (Januari-Maret) mencapai Rp1,53 trilun dengan jumlah proyek 316 buah, terdiri dari 236 PMDN dan 80 PMA.

Nilainya untuk PMDN Rp1,46triliun dan PMA Rp64,4 miliar. Dan bila dipersentasekan 95,4 persen PMDN, dan PMA 4,3 persen

Sedangkan peringkat PMDN, Kalsel berada di urutan ke-15 dari 34 provinsi. Sementara PMA berada di peringkat 30 dari 34 provinsi.

“Untuk regional Kalimantan dalam investasi PMDN, Kalsel berada di atas Kalteng dan Kaltara, dan di bawah Kaltim dan Kalbar. Dan untuk PMA berada di urutan terbawah,” tutup Nafarin.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T
HARGA BBM Subsidi tetap Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau
PROGRES RUU Ketenagakerjaan Masih “On Schedule”

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:22

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana

Rabu, 2 September 2026 - 21:48

FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 21:44

SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29

KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28

LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca