SuarIndonesia – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Nafarin, mengatakan triwulan ke dua investasi dari penanam modal dalam negeri (PMDN) berjumlah Rp627,5 miliar, sedangkan jumlah investasi penanam modal asing Rp2,3
triliun.
“Semester II untuk PMDN kita peringkat 4 nasional, PMA peringkat 14 nasional,” kata Nafarin, belum lama tadi.
Dijelaskannya, dari 16 sektor sebaran usaha nilai investasi PMDN paling besar didominasi jasa lainnya Rp137 miliar, diikuti perdagangan dan reparasi Rp128 miliar, dan terkahir perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp96 miliar.
“Khusus PMDN nilai terbesar berada di Kabupaten Banjar Rp116 miliar, Barito Kuala Rp109 miliar, dan Tabalong Rp76 miliar,” katanya.
Sementara itu investasi PMA berasal dari 12 negara. Dari 14 sektor proyek terbanyak berasal dari pertambangan yaitu 26 proyek, nilai terbesar PMA pada triwulan II dari sektor listrik, gas, dan air Rp1,37 triliun, pertambangan Rp845 miliar, dan tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp74 miliar.
“Sebaran investasi PMA di Tabalong Rp1,44 triliun, Balangan Rp720 miliar, dan Barito Kuala Rp64 miliar. Negara asal penanam modal Korea Selatan Rp1,3 triliun, Malaysia Rp667 miliar, dan Thailand Rp136 miliar,” beber Nafarin.
Dikatakan Nafarin jika digabung dengan triwulan pertama atau semester I maka jumlah investasi PMDN Rp2 triliun dan PMA Rp2,3 triliun. Kalsel berada di urutan 19 nasional jika mengacu pada semester pertama. “Total investasi semester pertama Rp4,4 triliun,” bebernya.
Menurutnya jika mengacu target RPJM yaitu Rp4,4 triliun dari Rp12 triliun maka capaian investasi di Kalsel 37 persen, sedangkan jika mengacu pada target nasional Rp18,5 triliuan maka capaian investasi baru 26 persen.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















