Ibnu Kunjungi KRI Fatahillah

- Penulis

Jumat, 8 Februari 2019 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Hampir setiap tahun Kota Banjarmasin mendapat kunjungan kehormatan dari Kapal TNI Angkatan laut RI.

Mengawali tahun 2019 ini, sebuah kapal perang bernomor lambung 361 dengan nama KRI Fatahillah mampir di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Dengan membawa perlengkapan senjata tempur canggih dan dikomandani seorang perwira bernama Letkol Laut (P) Sandy Kurniawan, kapal berumur 40 tahun ini untuk pertama kalinya singgah di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kapal yang datang bersama prajurit TNI AL sebanyak 80 orang ini, berangkat dari Surabaya kemudian tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada tanggal 7 Februari 2019.

Selama berada di kota berjuluk seribu sungai ini, kapal tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang ingin melihat dari dekat seluruh alusista di dalamnya.
Tentunya, kedatangan kapal tersebut juga disambut oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Dan dalam kunjungan ke dalam ke kapal tersebut, pemimpin Bumi Kayuh Baimbai ini tak lupa memberikan kenang-kenangan kepada komandan kapal berupa, kain sasirangan, plakat, buku tentang berjudul Banjarmasin Tempo Dulu, yang dikemas dalam Bakul Purun.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan tentang keberadaan Bakul Purun yang digunakan masyarakat kota ini sebagai pengganti kantong plastik.

“Kota Banjarmasin adalah kota pertama di Indonesia yang menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik, kemudian diikuti kota lain di Indonesia. Sebagai gantinya, kami mempergunakan bakul purun untuk menampung barang belanjaan. Dan keberadaan Bakul Purun sebagai pengganti alternatif kantong plastik, telah diakui oleh Kementerian LHK,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi, Bakul Purun terbuat dari tanaman purun yang mudah ditemui di sepanjang perairan sungai yang ada di Kota Banjarmasin.

KRI Fatahillah berada di kota ini sampai hari Jumat (08/02) sekira pukul 15.00 WITA.

Baca Juga :   ULM Ungkap Kondisi Satu Korban Selamat dari Laka Maut Rombongan KKN

Seluruh prajurit yang berada di dalam kapal tersebut akan melanjutkan perjalanannya menuju Kota Makassar, untuk selanjutnya berjaga di sekitar perbatasan Indonesia dengan Negara Filiphina. “Selamat jalan selamat bertugas,” ucap H Ibnu Sina kepada Letkol Laut (P) Sandy Kurniawan.

Untuk diketahui, KRI Fatahilah-361 adalah salah satu kapal perang kebanggaan Bangsa Indonesia.

Kapal tersebut dibuat di Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda, tahun 1979, kemudian diserahterimakan ke Angkatan Laut RI.

Sepak terjang KRI Fatahillah dalam menjaga kedaulatan NKRI tak perlu diragukan lagi. Kapal jenis perusak ini dilengkapi dengan 4 peluru kendali, 1 meriam Bofors, 2 kanon penangkis serangan udara rheinmetall, kemudian senjata 2×3 torpedo Honeywell Mk 46, dan mortir anti kapal selam Bofors ASR 375mm laras ganda.

Tugas utama KRI Fatahillah sebagai armada pemukul dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Sekadar mengingatkan, sejak tahun 2017 lalu, tercatat 4 armada tempur milik TNI AL pernah singgah di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Tahun 2017 lalu tepatnya Bulan Juli, KRI Banjarmasin singgah di Pelabuhan Trisaksi, selanjutnya pada tahun 2018 Kota Banjarmasin kembali dikunjungi kapal perang bernama KRI dr Soeharso dan KRI Dewa Ruci, dan di awal tahun ini kembali kedatangan KRI Fatahillah.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca