Hermansyah Khawatir Penyelesaian RSUD SS Molor

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2019 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah resah. Pasalnya dia khawatir target operasional RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin yang dijadwalkan 24 September mendatang bakal molor.

Kekhawatiran Hermansyah itu tentu sangat beralasan. Mengingat, pelantikan Direktur RSUD milik Pemko Banjarmasin yang seyogianya dilantik pada Februari lalu itu baru bisa dilaksanakan empat bulan kemudian, yakni Mei ini tadi.

Herman khawatir keterlambatan lelang berdampak mundurnya penyelesaikan RS Sultan Suriansyah. “Pelantikan direktur rumah sakit kan harusnya Februari lalu. Makanya kami sempat desak BKD agar segera melakukan penilaian. Karena sebenarnya yang menentukan walikota juga wakil,” ucapnya di balai kota, Rabu (15/5/2019).

Keterlambatan pelantikan ini, menurutnya, sudah barang tentu berpengaruh terhadap lambatnya proses lelang alat kesehatan (Alkes) untuk syarat penting terlaksananya operasional RSUD sendiri.

“Karena yang lelang bukan dinas kesehatan, tapi rumah sakit sendiri yang melaksanakan,” imbuhnya.

Di samping itu, setelah dilantik direktur tidak semerta-merta langsung bisa bekerja. Dia masih perlu membentuk lembaga RSUD kembali sebagai komponen-komponen yang akan menggerakkan RSUD baik pra maupun pasca dimulainya operasional nanti.

“Karena dia yang menyiapkan. Seperti rencana anggaran biaya (RAB) karena ini sudah dikejar waktu. Ini sudah bulan berapa. Kalau mau cepat perangkatnya harus segera disiapkan,” ujarnya.

Baca Juga :   BANJARMASIN Masih Titik Rawan Narkoba, Bandar Incar Warga Ekonomi Lemah jadi Kurir

Selain persoalan keterlambatan pelantikan, yang membuat kekhawatiran Hermansyah bertambah yakni masih rendahnya serapan anggaran belanja. Hingga triwulan II ini serapan anggaran belanja pemko baru 9,91 persen.

Dari data Layanan Pengadaan secara Elektronik LPSE Banjarmasin, dari 137 paket pekerjaan, baru selesai lelang hanya 33 paket. Alasannya dikarenakan minimnya SDM di instansi tersebut.

“Tenaganya minim sekali di sana. Katanya PPTK nya ditarik BKD. Bahkan dari informasi yang saya dengar kalau ada gangguan atau masalah teknis mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HOTSPOT Karhutla Meningkat di Tiga Provinsi Kalimantan
AKSES Mantuil-Banjar Terputus, Polisi Siapkan Perahu Gratis untuk Warga
KARHUTLA Kalimantan “Alarm Keras” Jangan Hanya Padamkan Api, Periksa Tata Kelola
WARGA Bandarmasih Dikagetkan Kobaran Api
NIKMATI Suasana Malam di Kawasan Taman Kamboja Berujung Keributan dan Diamankan Polisi
MENGERIKAN AMBRUK ! Jembatan Tembus Mantuil Banjarmasin Ada Pengendara Tercebur, Sejak Lama Kerusakan
SERUNYA Sayembara Panjat Pinang Warga Pasar Batuah Banjarmasin
DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:10

KASUS KPP Banjarmasin, KPK: Geledah 8 Lokasi Selama 3 Hari

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:29

HOTSPOT Karhutla Meningkat di Tiga Provinsi Kalimantan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:48

MK Tetapkan Minimal Tiga Indikator Status Bencana Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Berita Terbaru

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

PENANGANAN Karhutla Tumbang Nusa Terus Dilakukan

Senin, 31 Agu 2026 - 20:18

Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejauh 2 kilometer dari Pelabuhan Gyirong, beberapa hari setelah peristiwa tanah longsor pada 26 Agustus yang menghancurkan pelabuhan tersebut, di Kabupaten Gyirong, wilayah Tibet di Tiongkok bagian barat, Sabtu (29/8/2026). (Foto: AFP)

Internasional

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Senin, 31 Agu 2026 - 19:55

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca