HEBOH! Warga Sungai Kuin Banjarmasin Temukan Anak Buaya

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 19:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat mengamankan anak buaya yang ditemukan warga di Sungai Kuin, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (4/7/2025) malam. (ANTARA/HO-Polairud Polresta Banjarmasin)

Petugas saat mengamankan anak buaya yang ditemukan warga di Sungai Kuin, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (4/7/2025) malam. (ANTARA/HO-Polairud Polresta Banjarmasin)

SuarIndonesia — Satuan Polairud Polresta Banjarmasin jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan usai dihebohkan penemuan anak buaya di perairan Sungai Kuin, Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Salah satu warga menemukan seekor anak buaya di Sungai Kuin pada Jumat (4/7/2025) malam,” kata Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie di Banjarmasin, Sabtu (5/7/2025) malam.

Ia menyebutkan warga yang menemukan langsung mengamankan dan mengkarantina buaya itu dan meminta petugas untuk pemasangan papan imbauan.

“Anggota Marnit Multifungsi Terapung Sat Polairud Polresta Banjarmasin langsung merespons cepat terhadap aduan masyarakat tentang temuan anak buaya di sekitar Sungai Kuin,” ujar Dading dilansir dari AntaraNewsKalsel.

Untuk sementara, kata dia, petugas telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Banjarmasin dan telah mendatangi lokasi penemuan, serta mengimbau masyarakat terkait potensi adanya buaya lain.

Menurut keterangan saksi, Dading mengatakan saksi menemukan buaya itu saat menjaring ikan, ketika saksi mengangkat jaring untuk melihat tangkapan ikan, buaya itu terperangkap ke dalam jaring tersebut, lalu saksi membawa buaya itu ke rumahnya.

Baca Juga :   SEMPURNAKAN RAPERDA "Sapu Jagat", DPRD Kalsel Koordinasi Bapanas RI

Setelah itu, saksi melaporkan kejadian ke Anggota Anggota Sat Polairud Polresta Banjarmasin dan kemudian petugas bersama Animal Rescue mengamankan buaya tersebut untuk dibawa ke penangkaran.

Terkait kekhawatiran warga setempat yang sebelumnya juga melihat kemunculan buaya besar, Sat Polairud Polresta Banjarmasin meminta warga meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di sekitar perairan Sungai Kuin. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa
PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin
BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung
KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel
POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda
BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito
DIPANGGIL Gubernur Muhidin Jajaran PLN Daerah dan Pusat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca