HAKIM TIPIKOR Minta KPK Buka Penyidikan Baru Perkara Uang Gratifikasi Rp 10 Miliar ke PUPR Kalsel

- Penulis

Kamis, 8 Mei 2025 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, minta pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka penyidikan baru dari perkara PT UKL pemberi uang gratifikasi Rp 10 Miliar kepada PUPR Kalsel.

Terungkap pada sidang lanjutan dengan dengan empa tempat terdakwa yang duduk di kursi pesakitan terjerat perkara korupsi proyek Dinas PUPR Kalsel, yakni Haji Achmad selaku Bendahara Rumah Tahfidz Darussalam Martapura, mantan Kadis PUPR Kalsel Ahmad Solhan, mantan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Yulianti Erlynah dan Plt Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalsel Agustya Febry Andrean.

Mereka  dengan berkas masing-masing terpisah digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, pada Rabu (7/5/2025).
Pada sidang, Majelis Hakim mencerca berbagai pertanyaan kepada pemberi uang gratifikasi yakni PT Asri Karya Lestari (AKL).

Ketua Majelis Hakim, Cahyono Reza Adrianto SH MH, meminta agar Jaksa KPK juga memprosesnya ke ranah hukum pemberi uang Gratifikasi PT AKL.

Permintaan itu disampaikan, usai mendengar keterangan beberapa saksi dari PT AKL.

Adapun saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK adalah Bandi staf PT AKL, dan Nurhidayat dari ASN selaku Kasi Jembatan di bidang Bina Marga dinas PUPR Kalsel.

Sulistiono Dirut PT AKL, Yudha Saputra Direktur Operasional PT AKL, Didik Hariyanto Direktur Keuangan PT AKL, Fongky Tri Wijaya Manajer Teknik PT AKL.

Dari keterangan para saksi terungkap kalau PT AKL dimintai fee oleh Dinas PUPR Kalsel sebesar Rp 10 Miliar atas pekerjaan Pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kotabaru Kalsel senilai Rp 295 Miliar.

Permintaan itu menurut salah satu saksi Fungky Tri Wijaya terpaksa diberikan dengan beberapa alasan.

Salah satu kekhawatiran akan dipersulit. Saksi mencontohkan ketika perusahaan mereka bekerja di Bojonegoro.

“Karena kita menolak permintaan mereka, pekerjaan jadi terganggu karena dipersulit seperti tagihan invoce ditahan dan susah dapat tandatangan dan lain sebagainya,” katanya.

Baca Juga :   KEMBALI DIBONGKAR Polda Kalsel Tumpukan Limbah Medis Berbahaya-Beracun

Selain itu lanjut Fungki Tri Wijaya, dari perhitungan mereka resiko proyek masih diangka aman.

“Saya mikirnya tidak akan mengganggu proyek walaupun kita memberi fee Rp 10 miliar ke Dinas PUPR,” tambahnya.

Fungky Tri Wijaya juga mengatakan pemberian diberikan secara bertahap. Tahap pertama Rp.5 Miliar dan kedua Rp 5 Miliar.

Menanggapi keinginan ketua Majelis Hakim, JPU KPK Meyer Volmar Simanjuntak, mengatakan akan menghormati putusan majelis hakim kalau memang betul alat bukti yang dimaksud tercantum semua dalam putusan.

“Kita ikuti perkembangan saja, kalau nanti betul alat bukti yang dimaksud tercantum semua dalam putusan, ya kita ikuti,”ucap Meyer pada wartawan, usai sidang.

Tentunya kata Meyer, yang akan menindaklanjuti adalah penyidik.

“Kami tidak bisa berkomentar lebih lanjut karena itu bukan kewenangan kami dalam menentukan siapa tersangka nantinya,” ucapnya.

Pada intinya penuntut umum akan mengikuti mana kala ada penyidikan lanjutan ataupun bilamana ada putusan yang membuat hal tersebut untuk ditindaklanjuti.

Diberitakan sebelumnya, dua kontraktor yang terseret dalam kasus suap proyek hasil OTT KPK RI.

Yakni Andi Susanto dan Sugeng Wahyudi telah divonis bersalah dalam kasus ini. Keduanya di anggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana pada Pasal 5 Ayat 1 Huruf UU RI No 30 Tahun 1999 sebagaimana di ubah dan di tambah pada UU No 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMBUNUHAN dI Kelayan B, Tersangka Hapis Peragakan Adegan
PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin
BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung
GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar
KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel
POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda
BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK
AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:45

PEMBUNUHAN dI Kelayan B, Tersangka Hapis Peragakan Adegan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:25

POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Petugas mengangkut garam (NaCl) menuju pesawat BNPB Cessna PK-ALA di landasan parkir Posko Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bandara Sultan Thaha, Jambi, Selasa (9/6/2026). (Foto: Antara/Wahdi Septiawan)

Nasional

CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:06


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca