HADIRNYA Bank Syariah Indonesia di Masyarakat Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

HADIRNYA Bank Syariah Indonesia di Masyarakat Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

SuarIndonesia – Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), bank hasil merger tiga bank Syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dipastikan tidak menimbulkan praktik monopoli.

Hal ini mengingat kehadirannya justru diharapkan mempercepat pertumbuhan perbankan dan ekonomi syariah serta menjadi energi baru ekonomi Indonesia.  Ini merupakan kesimpulan dari pertemuan manajemen BSI dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Direktur Sales dan Distribution PT Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna mengatakan, sejak bank syariah milik Himbara ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2021, BSI justru diharapkan akan menjadi leverage atau daya ungkit bagi ekosistem perbankan syariah nasional.

“Harapannya, hal ini mendorong pelaku industri perbankan syariah lainnya, baik bank umum Syariah (BUS) maupun unit usaha Syariah (UUS) untuk turut maju dan berkembang,” papar Direktur Sales dan Distribution PT Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna saat memberikan paparan acara Media Workshop Perbangkan Syariah Sebagai Energi Baru Ekonomi Nasional dan Berkah 76 Tahun Indonesia Merdeka, melalui Zoom Regional Media Workshop, Rabu (13/10/2021).

Pada acara Regional Media Workshop yang menampilkan pembicara RCEO BSI Banjarmasin, Affan Mawardi Chief Economist Bank Syariah Indonesia, dan Banjaran Surya Indrastomo, Anton Sukarna menambahkan, melalui prinsip syariah yang mendasari merger yaitu bersatu dan ber-taawun (tolong menolong), merger ini diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan perbankan syariah di tingkat nasional dan menjadi energi baru ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan, sebagaimana diketahui, populasi penduduk muslim Indonesia mencapai lebih dari 200 juta jiwa atau sekitar 87,2 persen dari total populasi Indonesia.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dari komposisi penduduk negara tetangga bahkan negara-negara Timur Tengah. Namun, pangsa pasar bank syariah masih sangat kecil, di bawah 7 persen.

“Dalam kaitan tersebut, BSI dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat dan mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal nasional bersama-sama dengan institusi syariah lain. Baik korporasi, perbankan, ritel, UMKM, koperasi bahkan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Dalam prosesnya, katanya, tentu pihaknya selalu terbuka untuk bisa berkolaborasi dengan seluruh institusi syariah yang ada. Hal ini demi mewujudkan perekonomian Indonesia yang jauh lebih baik di masa datang.

“Sehingga memperhatikan hal tersebut, berdasarkan konsep bahwa anak perusahaan BUMN merupakan satu kesatuan dengan perusahaan BUMN atau single economic entity serta state action doctrine, maka BSI dikecualikan,” bebernya.

Dijelaskan, BSI terus berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi, termasuk memacu pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

BSI katanya, selalu berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan terbaik untuk seluruh segmen. Baik korporasi, ritel, maupun UMKM. “BSI pun siap berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pihak untuk memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Bahkan, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai salah satu instrumen dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sekaligus memiliki peran sebagai energi baru dalam pertumbuhan ekonomi, karena Perkembangan teknologi informatika mendorong pesatnya gaya hidup dinamis yang serba mudah dan ringkas.

Seperti anjungan tunai mandiri (ATM) perlahan mulai ditinggalkan, dan beralih ke metode yang lebih memudahkan.

Menjawab kebutuhan gaya hidup ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyediakan aplikasi yang dapat menunjang gaya hidup perkotaan terutama di masa pandemi Covid-19.

Bankir BSI, Affan Mawardi, mengatakan bahwa aplikasi BSI Mobile menjadi jawaban bagi kebutuhan nasabah yang harus menjaga jarak selama pandemi.

“Kehadiran inovasi BSI Mobile membuat transaksi keuangan lebih cepat, mudah, aman sehingga nasabah tidak perlu lagi khawatir saat ketinggalan dompet atau kartu ATM. Ini dapat meminimalisir tingkat kejahatan di ATM yaitu skimming sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, BSI menawarkan ragam kemudahan lainnya yakni tarik tunai tanpa menggunakan kartu debit atau ATM. Nasabah pun bisa menggunakan fitur tarik tunai tanpa kartu di ATM BSI dan outlet Indomaret di seluruh Indonesia.

“Fitur ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi dengan aman selama pandemi sekaligus menjawab tantangan zaman untuk menghadirkan layanan keuangan Syariah yang digital dan modern,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan BSI Mobile mempermudah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta wakaf nasabah. “Karena ada empati yang muncul untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nasabah yang ingin berzakat dapat dengan mudah menggunakan aplikasi BSI Mobile,” ujar Affan.

BSI juga bekerja sama dengan sejumlah amil atau lembaga penyalur zakat, seperti Laznas BSM Umat, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat hingga Baznas yang notabene dibentuk oleh pemerintah.
Adapula, program sedekah yang disalurkan melalui Warteg Mobile, Jadiberkah.id, dan Kitabisa. Nasabah juga dapat membayar fidyah langsung dari aplikasi BSI Mobile.

“Paling penting, saat pandemi seperti ini, ada juga donasi untuk Covid-19 yang diberikan dalam bentuk uang untuk penyediaan swab, paket lengkap isolasi mandiri, hingga membantu pasokan oksigen. Nantinya, BSI bersama dengan lembaga yang ditunjuk akan menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang memerlukan,” tambah Affan yang juga Area Head Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) BSI ini.(SU)

 186 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: