Guru SMKN 5 Temukan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM

Guru SMKN 5 Temukan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM

Suarindonesia – Abdul Wahab (30) honorer guru teknik mesin SMKN 5 Banjarmasin berhasil menemukan dan merakit mesin pengolah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan waktu rakit mesin selama 15 hari dan penelitian rancangan mesin selama 5 tahun.

“Semula kami meneliti prinsip kerja massa, jadi kami cari tau massa plastik ini bereaksi dengan apa. Pernah kami coba dengan seng, tidak bereaksi. Selanjutnya logam juga tidak, dan kami coba juga stainless akhirnya memberikan reaksi sehingga kami bentuk mesin ini dari stainless,” ucap Wahab kepada wartawan, Jumat (15/2) siang.

Menurutnya, mesin pengolah sampah menjadi BBM yang ia rancang memakai hukum fisika. Hukum larutan massa jenis yang larut dengan massa lainnya sehingga untuk menyelesaikan penemuan dari mesin tersebut Wahab memerlukan proses yang sangat panjang mulai dari penelitian, perancangan hingga pembentukan.

Selain itu, Wahab mengaku memakan waktu lima tahun untuk meraih hasil rancangan yang tepat untuk membuat mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM dan dilakukan oleh tim bersama dua siswanya dari jurusan teknik mesin.

Ia menyebutkan dalam proses pelarutan massa dalam mesin yang terdiri dari sampah plastik botol dan kantong palstik dapat menghasilkan tiga macam bahan bakar, yang terdiri dari bahan bakar solar, bahan bakar premium dan bahan bakar minyak tanah.

“Ini kalau kita larutkan 10 kilogram plastik di dalam mesin dan dengan waktu 4 jam maka bisa menghasilkan 6 liter solar, 1,5 liter minyak tanah dan 1 liter premium yang langsung bisa dipakai untuk sesuai keperluan masing-masing bahan bakar,” katanya.

Selain itu, Wahab menyampaikan dua siswa yang menjadi partnernya dalam perancangan dan pembuatan mesin adalah Mualimin dan Khairil Izati yang berasal dari jurusan yang sama yaitu jurusan Teknik Mesin SMKN 5 Banjarmasin.

Terhadap penemuan mesin pengolah Bahan Plastik tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemko Banjarmasin mengapresiasi atas hasil kinerja cipta karya yang telah dilakukan oleh anak-anak SMKN 5 Banjarmasin dalam hasil mengolah mesin daur ulang sampah menjadi BBM yang dirakit selama 15 hari dan telah menempuh riset selama 5 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Drs H Yusuf Effendi mengatakan hasil cipta katya ilmiah yang sangat fantastis dan membanggakan Kalimantan Selatan secara umumnya dan Kota Banjarmasin khususnya.

“Kita sangat mengapresiasi terobosan terobosan yang dibuat oleh anak-anak ini sebab mampu mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar mentah yang sangat banyak manfaatnya,” ucap Yusuf kepada awak media di Banjarmasin, Jumat (15/2).

Tak hanya apresiasi, Yusuf Effendi dengan bangga menyampaikan penghargaan setinggi tingginya atas prestasi yang diraih oleh dua anak SMKN 5 Banjarmasin di jenjang nasional meraih 25 besar dalam lomba karya ilmiah tingkat SMA Sederajat.

“Selain mereka ini mampu memberikan terobosan untuk daur ulang sampah, mereka juga dapat predikat top 25 besar dan akan melanjutkan kebabak berikutnya di Jakarta pekan depan nanti,” ujar Yusuf.

Sementara itu Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengaku sangat tertarik akan hasil kinerja dari anak anak dan guru pembimbing jurusan teknik mesin dari SMKN 5 Banjarmasin yang sudah menunjukkan prestasinya dengan memberikan terobosan mesin pengolah sampah menjadi BBM yang dinilai sangat memberikan manfaat.

“Ini merupakan sebuah solusi dari teman teman di SMKN 5 Banjarmasin terkait penguraian sampah plastik yang jauh sangat memberi manfaat hingga bisa dipakai untuk menjadi bahan bakar minyak,” kata Ibnu Sina.

Sedanhkan Kepala SMKN 5 Banjarmasin, Drs HM Syahrir turut mengungkapkan kegembiraan setelah siswanya mengukir prestasi ke kancah nasional, ia berharap bakat dan kemampuan para siswa yang lain juga bisa digali, “karena potensi selalu ada dalam setiap siswa, tinggal lagi cara menggalinya agar tepat sesuai bakat,” pugkasnya.(SU)

 351 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: