Guru SMKN 5 Temukan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM

- Penulis

Jumat, 15 Februari 2019 - 21:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Abdul Wahab (30) honorer guru teknik mesin SMKN 5 Banjarmasin berhasil menemukan dan merakit mesin pengolah sampah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan waktu rakit mesin selama 15 hari dan penelitian rancangan mesin selama 5 tahun.

“Semula kami meneliti prinsip kerja massa, jadi kami cari tau massa plastik ini bereaksi dengan apa. Pernah kami coba dengan seng, tidak bereaksi. Selanjutnya logam juga tidak, dan kami coba juga stainless akhirnya memberikan reaksi sehingga kami bentuk mesin ini dari stainless,” ucap Wahab kepada wartawan, Jumat (15/2) siang.

Menurutnya, mesin pengolah sampah menjadi BBM yang ia rancang memakai hukum fisika. Hukum larutan massa jenis yang larut dengan massa lainnya sehingga untuk menyelesaikan penemuan dari mesin tersebut Wahab memerlukan proses yang sangat panjang mulai dari penelitian, perancangan hingga pembentukan.

Selain itu, Wahab mengaku memakan waktu lima tahun untuk meraih hasil rancangan yang tepat untuk membuat mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM dan dilakukan oleh tim bersama dua siswanya dari jurusan teknik mesin.

Ia menyebutkan dalam proses pelarutan massa dalam mesin yang terdiri dari sampah plastik botol dan kantong palstik dapat menghasilkan tiga macam bahan bakar, yang terdiri dari bahan bakar solar, bahan bakar premium dan bahan bakar minyak tanah.

“Ini kalau kita larutkan 10 kilogram plastik di dalam mesin dan dengan waktu 4 jam maka bisa menghasilkan 6 liter solar, 1,5 liter minyak tanah dan 1 liter premium yang langsung bisa dipakai untuk sesuai keperluan masing-masing bahan bakar,” katanya.

Selain itu, Wahab menyampaikan dua siswa yang menjadi partnernya dalam perancangan dan pembuatan mesin adalah Mualimin dan Khairil Izati yang berasal dari jurusan yang sama yaitu jurusan Teknik Mesin SMKN 5 Banjarmasin.

Terhadap penemuan mesin pengolah Bahan Plastik tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemko Banjarmasin mengapresiasi atas hasil kinerja cipta karya yang telah dilakukan oleh anak-anak SMKN 5 Banjarmasin dalam hasil mengolah mesin daur ulang sampah menjadi BBM yang dirakit selama 15 hari dan telah menempuh riset selama 5 tahun.

Baca Juga :   DUA PENDULANG EMAS Tewas Tertimbun Pasir

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Drs H Yusuf Effendi mengatakan hasil cipta katya ilmiah yang sangat fantastis dan membanggakan Kalimantan Selatan secara umumnya dan Kota Banjarmasin khususnya.

“Kita sangat mengapresiasi terobosan terobosan yang dibuat oleh anak-anak ini sebab mampu mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar mentah yang sangat banyak manfaatnya,” ucap Yusuf kepada awak media di Banjarmasin, Jumat (15/2).

Tak hanya apresiasi, Yusuf Effendi dengan bangga menyampaikan penghargaan setinggi tingginya atas prestasi yang diraih oleh dua anak SMKN 5 Banjarmasin di jenjang nasional meraih 25 besar dalam lomba karya ilmiah tingkat SMA Sederajat.

“Selain mereka ini mampu memberikan terobosan untuk daur ulang sampah, mereka juga dapat predikat top 25 besar dan akan melanjutkan kebabak berikutnya di Jakarta pekan depan nanti,” ujar Yusuf.

Sementara itu Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengaku sangat tertarik akan hasil kinerja dari anak anak dan guru pembimbing jurusan teknik mesin dari SMKN 5 Banjarmasin yang sudah menunjukkan prestasinya dengan memberikan terobosan mesin pengolah sampah menjadi BBM yang dinilai sangat memberikan manfaat.

“Ini merupakan sebuah solusi dari teman teman di SMKN 5 Banjarmasin terkait penguraian sampah plastik yang jauh sangat memberi manfaat hingga bisa dipakai untuk menjadi bahan bakar minyak,” kata Ibnu Sina.

Sedanhkan Kepala SMKN 5 Banjarmasin, Drs HM Syahrir turut mengungkapkan kegembiraan setelah siswanya mengukir prestasi ke kancah nasional, ia berharap bakat dan kemampuan para siswa yang lain juga bisa digali, “karena potensi selalu ada dalam setiap siswa, tinggal lagi cara menggalinya agar tepat sesuai bakat,” pugkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM
MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru
JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”
KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel
TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel
DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027
SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel
ATM BNI di Depan Minimarket Yulia Kuripan Sempat Bikin Khawatir Nasabah

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Minggu, 5 April 2026 - 22:37

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 April 2026 - 21:23

TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon

Rabu, 1 April 2026 - 21:04

PESAWAT AN-26 Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas

Rabu, 1 April 2026 - 20:31

HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Internasional

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:33

Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja  ke Banjarbaru, yakni di Kelurahan Guntung Damar, Kamis (9/4/2026). (SuarIndonesia/Ist)

Headline

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:23

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca