SuarIndonesia – Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Di Kalimantan Selatan (Kalsel) diakui masih terkendala dengan kurangnya literasi tentang teknologi alias IT.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Juli Haryanto mengatakan, apalagi saat ini sudah tidak ada lagi pelatihan khusus terkait IKM ini.
“Kendala yang kita hadapi dalam penerapan IKM ini adalah masih adanya guru yang gagap dengan IT. Sedangkan saat ini kebijakan dari pemerintah pusat sudah tidak ada lagi diklat berjenjang,” ucapnya saat ditemui awak media belum lama tadi.
Ia mengakui, dulu ketika setiap ada kurikulum baru dalam dunia pendidikan, biasanya ada pelatihan-pelatihan yang dilakukan pemerintah yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Namun, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyediakan platform teknologi yang namanya PMM (Platform Merdeka Mengajar).
Di sini guru atau sekolah yang mendaftar sebagai pelaksana IKM bisa mempelajari tentang IKM secara mandiri.
“Dan strategi ini yang masih menjadi kendala. Tepatnya pemahaman guru-guru yang masih terbatas terkait dengan IT,” ujarnya
“Sehingga jika literasi guru tentang IT masih terbatas, tentu menjadi kendala tersendiri,” tambahnya.
Kendati demikian, menurutnya hal tersebut bukan menjadi alasan bagi para guru untuk memahami tentang IKM ini.
“Pakai handphone pun sebenarnya bisa. Tidak perlu pakai laptop yang canggih. Jadi sebenarnya IT bukan jadi masalah mendasar, karena mereka hanya belum terbiasa saja,” katanya.
Kedua, permasalahannya adalah karena ini kurikulum yang baru, sehingga perlu banyak belajar dan perlu penyesuaian dengan melihat dan mencontoh guru-guru di sekolah penggerak yang sudah mempraktekkan IKM.
“Karena IKM di sekolah penggerak ini sudah dimulai sejak tahun 2020. Jadi selain melakukan latihan atau mendapat wawasan dari PMM, guru juga diharapkan melihat sekaligus mencontoh sekolah yang sudah menerapkan IKM ini,” imbuhnya.
Di samping itu, saat ini pihaknya juga memberikan pelatihan terkait Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (IKM), terutama untuk jenjang PAUD yang ikut jalur mandiri.
“Selain itu kami juga memberikan informasi bgai sekolah yang belum mendaftar jalur mandiri untuk pelaksanaan IKM ini,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaksanaan IKM ini akan dievaluasi dalam dua tahun kedepan atau 2024. Sehingga jika hasil evaluasinya memungkinkan, maka tidak menutup kemungkinan IKM ini akan diberlakukan di seluruh satuan pendidikan, termasuk PAUD.
“Karena di kalsel sendiri implementasi IKM pada jenjang satuan PAUD ini sudah mulai berjalan sejak tahun ajaran baru ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Nuryadi mengakui bahwa perihal tentang masih adanya guru yang gaptek ini memang masih menjadi kendala tersendiri bagi pihaknya dalam .
“Karena itulah sekarang sedang kami gencarkan sosialisasi dulu sambil pelatihan. Karena sekarang sudah waktunya guru-guru berubah dan hatus bisa menguasai IT,” ucapnya.
Ia menekankan agar guru di zaman sekarang untuk jangan hanya terpaku dengan pola pembelajaran tekstual.
“Sekarang pakai handphone pun bisa. Karena itulah kami terus mensosialisasikan hal ini. Kalau tidak ada sosialisasi bagaimana mereka bisa paham dan menerapkan IKM dengan benar,” tutupnya (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















