GUNAKAN Hidroponik, Petani Milenial Kaltim Garap Lahan Bekas Tambang

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petani milenial di Kaltim menggeluti tanaman pertanian hidroponik, di Sempaja. (Foto: Dok Adpimprov Kaltim)

Foto Ilustrasi - Petani milenial di Kaltim menggeluti tanaman pertanian hidroponik, di Sempaja. (Foto: Dok Adpimprov Kaltim)

SuarIndonesia — Para petani milenial di Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen manfaatkan inovasi dan melakukan pemberdayaan sektor pertanian guna menggenjot ketahanan pangan provinsi mulai dari menggarap lahan bekas tambang hingga menggunakan sistem hidroponik.

Koordinator Wilayah Duta Petani Milenial (DPM) Kalimantan Timur I Made Susana di Samarinda, Senin (30/6/2025), mengatakan para petani milenial di Kaltim bertekad membawa perubahan positif bagi pertanian di sana.

Made, yang lahir dari keluarga petani, mengatakan fokus mengembangkan budidaya jamur tiram di Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun demikian, dirinya juga melakukan inovasi mengelola lahan bekas tambang menjadi sawah di sana.

Ia mengaku terjun langsung sebagai petani padi di lahan bekas tambang itu untuk memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi.

“Kami ingin memberikan ide dan gagasan tentang apa yang sebenarnya terjadi di pertanian kita,” ujar Made, yang berpendapat peran generasi muda sangat penting untuk memajukan sektor pertanian di tanah air.

Saat ini telah terdaftar 36 DPM di Kementerian Petanian, 72 lainnya masih dalam proses. Made mengatakan mereka juga menggerakkan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren, yang menjadi wadah bagi mahasiswa dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian untuk melakukan praktik kerja lapangan, magang, hingga penelitian.

Baca Juga :   DISHUT Kaltim Pionir Implementasi Insentif Pelestarian Hutan Lewat FCPF

Menurut sarjana teknik mesin itu, sektor pertanian Indonesia sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan berdedikasi, terutama dalam menghadapi tantangan pangan. Dirinya juga mengkritisi masalah mendasar soal belum optimalnya sistem pengairan di Indonesia.

Sementara itu, dilansir dari AntaraNewsKaltim,  anggota DPM lainnya, Fransiskus Darmansius mengatakan dirinya tertarik bertani setelah melihat sistem pertanian hidroponik dalam satu pameran di Samarinda pada 2018 lalu. Ketertarikan itu berlanjut dengan mengembangkan pertanian hidroponik secara otodidak.

Meskipun awalnya sempat gagal menumbuhkan sayuran seperti sawi dan selada karena kesalahan nutrisi, Fransiskus mengatakan dirinya terus belajar hingga menemukan formula AB Mix yang tepat untuk menumbuhkan sayuran-sayuran hidroponik tersebut.

Dengan modal awal botol-botol bekas, ia mengaku mulai menanam sayuran daun seperti pakcoy, selada, hingga daun mint. “Hasil panen hidroponik kami tidak dijual ke pasar tradisional, melainkan dipasok ke swalayan”. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan
PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha
TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca