Suarindonesia – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan terus menyebarluasan informasi tentang Keimigrasian sebagai komitmen menuju Birokrasi yang Bersih dan Melayani.
Kantor Imigrasi Kelas II Batulicin menyelenggarakan informasi tentang Keimigrasiaan Rabu (23/01) bertempat di SMK Negeri 2 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Hadir sebagai Narasumber Kepala Seksi Lalulintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, Dody Cindur Mato didampingi oleh Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian, Tedi Wibosono.
Kepala Divisi Keimigrasian Kalsel, Dodi KH Atmaja sangat mendukung kegiatan “goes to school” dalam rangka sosialisasi Keimigrasian di salah satu sekolah di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut.
“Murid-murid eks sekolah di Sabah ialah mereka anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mayoritas bekerja di perkebunan sawit di daerah Tawau, Lahad Dato, Sandakan dan sekitarnya di Negara Bagian Sabah-Malaysia Timur.
Anak-anak itu berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan ditampung di sekolah-sekolah yang dibina oleh Konsulat Jenderal RI yang berkedudukan di Kota Kinabalu dan Konsulat RI di Tawau. Mungkin karena orang tuanya sudah pulang kampung, maka mereka juga ikut pulang ke Indonesia dan melanjutkan sekolah di Tanah Bumbu.

“Saya bisa pastikan bahwa mereka itu mayoritas orangtuanya berasal dari Sulawesi Selatan karena WNI/TKI di Sabah mereka mayoritas,” kata Kepala Divisi Keimigrasian Kalsel ini melalui Humas Kanwil, Rabu 24/01) malam.
Acara sosialisasi tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Simpang Empat dan dihadiri kurang lebih 50 peserta yang mayoritas merupakan siswa dari Program Indonesia Memanggil.
Mereka merupakan warga negara Indonesia yang sebelumnya tinggal di Sabah, Malaysia (repatriasi). Siswa tersebut bukan hanya berasal dari SMK Negeri 2 Simpang Empat saja, namun juga berasal dari sekolah lain seperti SMK Negeri 2 Satui yang letaknya cukup jauh dari Kota Batulicin.
“Kegiatan Kelas Keimigrasian di lembaga-lembaga pendidikan ini akan terus kami lanjutkan agar Imigrasi semakin dikenal untuk kemudian disayang masyarakat. Tak kenal, maka tak sayang,” tambah Dodi yang akrab dengan media di Kalsel ini.
Pada kesempatan tersebut, Dody Cindur menjelaskan secara rinci tentang tugas dan fungsi keimigrasian seperti pelayanan paspor, persyaratan permohonan paspor, visa, dan juga penegakan hukum keimigrasian. Tak ketinggalan juga sosialisasi tentang Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan juga pemutaran video kegiatan taruna taruni Poltekim.
Adapun tujuan sosialisasi tersebut adalah memberikan pemahaman bagi para siswa tentang tugas dan fungsi Keimigrasian dan juga untuk memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-69.
Sementara itu usai sosialisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan di antaranya tata cara pembuatan paspor buat umroh, visa, status kewarganegaraan dan Politeknik Imigrasi dan para peserta yang bertanya diberikan hadiah berupa souvenir atau cenderamata.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















