Gempa Filipina Terasa hingga Sangihe dan Manado, Warga Berhamburan

Gempa Filipina Terasa hingga Sangihe dan Manado, Warga Berhamburan

Suarindonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa bumi kuat berkekuatan 7,1 SR yang terjadi di Mindanao, Filipina dirasakan sampai Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

“Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa ke BPBD. Dilaporkan gempa terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama enam detik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (29/12).

Masyarakat Kepulauan Sangihe, kata Sutopo, merespons guncangan gempa tersebut dengan keluar rumah dan segera mencari tempat yang aman. Selain di Kepulauan Sangihe, dampak gempa Filipina juga dirasakan di Kepulauan Talaud dan Kota Manado.

“Di Kepulauan Talaud, gempa dirasakan sedang selama empat sampai lima detik. Sedangkan di Kota Manado, guncanga gempa dirasakan lemah, selama dua detik,” katanya.

Sutopo menjelaskan, gempa di perairan Filipina terletak di 193 kilometer di sebelah timur kota General Santos, atau 201 kilometer timur laut di Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.

Pusat gempa dilaporkan berada pada kedalaman 69 kilometer. Namun, hingga kini belum dilaporkan terdapat korban jiwa dari gempa tersebut.

“Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa. BPBD masih melakukan pendataan,” ujarnya.

Gempa di Filipina membuat Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun Sutopo memastikan BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisa intensitas gempa dirasakan, kata Sutopo, tidak ada intensitas gempa yang merusak di daerah seperti di Melonguane Talaud IV MMI, Tahuna Sangihe III-IV MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai III MMI, Manado, Ternate, dan Jailolo II MMI.

“Melihat skala intensitas gempa tersebut tidak ada kerusakan besar. Umumnya bangunan akan rusak jika diguncang gempa dengan intensitas di atas VI MMI,” ujarnya.

BNPB pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan.

“Di Indonesia, lembaga rujukan resmi terkait peringatan dini tsunami adalah BMKG. Oleh karena itu gunakan semua informasi dari BMKG,” lanjut Sutopo. (detikcom/RA)

 177 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: