Gempa Filipina Terasa hingga Sangihe dan Manado, Warga Berhamburan

- Penulis

Sabtu, 29 Desember 2018 - 14:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa bumi kuat berkekuatan 7,1 SR yang terjadi di Mindanao, Filipina dirasakan sampai Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

“Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa ke BPBD. Dilaporkan gempa terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe selama enam detik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (29/12).

Masyarakat Kepulauan Sangihe, kata Sutopo, merespons guncangan gempa tersebut dengan keluar rumah dan segera mencari tempat yang aman. Selain di Kepulauan Sangihe, dampak gempa Filipina juga dirasakan di Kepulauan Talaud dan Kota Manado.

“Di Kepulauan Talaud, gempa dirasakan sedang selama empat sampai lima detik. Sedangkan di Kota Manado, guncanga gempa dirasakan lemah, selama dua detik,” katanya.

Sutopo menjelaskan, gempa di perairan Filipina terletak di 193 kilometer di sebelah timur kota General Santos, atau 201 kilometer timur laut di Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.

Pusat gempa dilaporkan berada pada kedalaman 69 kilometer. Namun, hingga kini belum dilaporkan terdapat korban jiwa dari gempa tersebut.

“Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa. BPBD masih melakukan pendataan,” ujarnya.

Gempa di Filipina membuat Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun Sutopo memastikan BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Baca Juga :   PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Berdasarkan analisa intensitas gempa dirasakan, kata Sutopo, tidak ada intensitas gempa yang merusak di daerah seperti di Melonguane Talaud IV MMI, Tahuna Sangihe III-IV MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai III MMI, Manado, Ternate, dan Jailolo II MMI.

“Melihat skala intensitas gempa tersebut tidak ada kerusakan besar. Umumnya bangunan akan rusak jika diguncang gempa dengan intensitas di atas VI MMI,” ujarnya.

BNPB pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan.

“Di Indonesia, lembaga rujukan resmi terkait peringatan dini tsunami adalah BMKG. Oleh karena itu gunakan semua informasi dari BMKG,” lanjut Sutopo. (detikcom/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Berdasar Dua Bukti
RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda
PENYELUNDUPAN Sisik Trenggiling Jaringan Internasional Dibongkar Ditreskrimsus Polda Kalsel
DOKUMEN SKCK, Warga Banjarmasin dapat Layanan Antar Sampai Rumah
PERKUAT SINERGI Cegah Kejahatan Jalanan dan Karhutla, Polsek Banjarmasin Timur Apel Sabuk Kamtibmas 2026
MEMOHON HUJAN Penyejuk Banua, Polresta Banjarmasin Bersama Forkopimda Salat Istisqa
SALAT ISTISQA Berjamaah di Kalsel, Di Tengah Situasi Diselimuti Kabut Asap Memohon Diturunkan Hujan
DPR dan Pemerintah Finalisasi Status-Jumlah Guru PPPK untuk Jadi PNS

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:54

DITERBITKAN Pedoman Kredit Perempuan Bunga Flat 8 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:44

MENTAN AMRAN: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Kado HUT Ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:49

TRUK PENGANGKUT Rokok Ilegal Ditaksir Bernilai Miliaran Rupiah Disita Bea Cukai Banjarmasin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:53

DIGANDENG Pemprov Kalsel “The Brezze Waterpark” Sukseskan Program KIA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:13

SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:33

OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10

PLN Nyatakan Kelistrikan Kalselteng Masih Siaga

Berita Terbaru

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

OMC Solusi Ideal Penanganan Karhutla

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:51

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca