Gelombang di Banten dan Lampung Diduga Tsunami karena Erupsi Krakatau

- Penulis

Minggu, 23 Desember 2018 - 08:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Anak Krakatau. (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia).

Suarindonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan ada dua penyebab gelombang diduga tsunami yang terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung bagian selatan, salah satunya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tsunami itu terjadi karena selain erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat fenomena alam lain di saat bersamaan, yakni bulan purnama.

“Ada indikasi yang terjadi memang pada hari yang sama gelombang tinggi ada bulan purnama, namun juga terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang diduga mengakibatkan tsunami,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Minggu (23/12) dini hari, dikutip Antara.

Menurut dia, usai terjadinya gelombang diduga tsunami, BMKG segera berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan penyebab fenomena alam tersebut.

BMKG sebelumnya telah mengumumkan adanya gelombang tinggi di kawasan perairan Banten atau Selat Sunda pada 21-25 Desember 2018.

Selain itu, Badan Geologi Kementerian ESDM juga mencatat terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau pada pukul 21.03 WIB.

“Tsunami terdeteksi cukup jauh sampai Bandar Lampung, Cilegon, dan Serang di Banten. Artinya energi cukup tinggi,” ujar Dwikorita.

Selain itu, BMKG menjelaskan perkiraan sementara tsunami akibat terjadinya longsoran material di dalam laut.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menambahkan gelombang tsunami diperkirakan akibat aktivitas vulkanik.

Baca Juga :   BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Namun demikian, Rudy menjelaskan pihaknya akan memverifikasi data di lapangan lebih lanjut untuk membuktikan fenomena alam yang menyebabkan tsunami.

Sebelumnya, warga kawasan pesisir di Pandeglang, Banten; Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung pada Sabtu malam (22/12), dihebohkan oleh informasi gelombang tsunami.

Warga berhamburan panik keluar rumah mencari tempat yang dianggap aman, terutama ke area yang lebih tinggi.

Alat pencatat gelombang atau “tidegauge” BMKG merekam ketinggian gelombang di beberapa daerah yaitu tidegauge wilayah Serang dengan ketinggian 0,9 meter pada 21.27 WIB, tidegauge Banten dengn ketinggian 0,35 meter tercatat pukul 21.33 WIB.

Sementara tidegauge Kota Agung, Provinsi Lampung tercatat pukul 21.35 WIB dengan ketinggian 0,36 meter, dan tidegauge Pelabuhan Panjang mencatat ketinggian 0,28m pada pukul 21.53 WIB. (Antara/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POLISI: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Berdasar Dua Bukti
RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda
PENYELUNDUPAN Sisik Trenggiling Jaringan Internasional Dibongkar Ditreskrimsus Polda Kalsel
DOKUMEN SKCK, Warga Banjarmasin dapat Layanan Antar Sampai Rumah
PERKUAT SINERGI Cegah Kejahatan Jalanan dan Karhutla, Polsek Banjarmasin Timur Apel Sabuk Kamtibmas 2026
MEMOHON HUJAN Penyejuk Banua, Polresta Banjarmasin Bersama Forkopimda Salat Istisqa
SALAT ISTISQA Berjamaah di Kalsel, Di Tengah Situasi Diselimuti Kabut Asap Memohon Diturunkan Hujan
DPR dan Pemerintah Finalisasi Status-Jumlah Guru PPPK untuk Jadi PNS

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:54

DITERBITKAN Pedoman Kredit Perempuan Bunga Flat 8 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:44

MENTAN AMRAN: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Kado HUT Ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:49

TRUK PENGANGKUT Rokok Ilegal Ditaksir Bernilai Miliaran Rupiah Disita Bea Cukai Banjarmasin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:53

DIGANDENG Pemprov Kalsel “The Brezze Waterpark” Sukseskan Program KIA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:13

SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:33

OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10

PLN Nyatakan Kelistrikan Kalselteng Masih Siaga

Berita Terbaru

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

OMC Solusi Ideal Penanganan Karhutla

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:51

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca