Suarindonesia – Legiman si pengemis di Pati bikin geger karena punya aset lebih dari Rp1 miliar. Wakil rakyat memandang ini ironis.
“Fenomena pengemis tajir tentu sangat ironis,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR yang membidangi sosial, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).
Ace mengakui memang setiap individu memiliki rezeki masing-masing. Namun, Ace memandang cara Legiman memperkaya diri dengan mengemis seharusnya tidak boleh terjadi.
“Namun, mengais rezeki dengan meminta-minta lalu dengan begitu dia memilki aset properti yang banyak, seharusnya tak boleh terjadi. Hanya dengan bermodalkan minta-minta dia punya banyak harta,” ucap Ace.
Legiman tertangkap dalam operasi pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang digelar oleh Satpol PP Kabupaten Pati. Saat didesak petugas, Legiman juga mengaku memiliki rekening tabungan senilai Rp900 juta, aset berupa rumah senilai Rp275 juta dan tanah senilai Rp250 juta.
Kepada petugas, Legiman mengaku sehari bisa mengantongu duit Rp1 juta. Aset properti Legiman pun disebut bertebaran. Bagi Ace, ini ironi.
Ace mengatakan Legiman memang tak melanggar hukum apa pun karena mengemis. Meski demikian, Ketua DPP Partai Golkar itu memandang Legiman seharusnya dibina agar tidak lagi mengemis.
“Sebetulnya jika yang bersangkutan ditangkap secara hukum tidak ada yang dilanggar. Tidak ada delik hukum yang dapat menjerat dia. Tapi seharusnya dia diberikan pembinaan agar bekerja dengan aset dimilikinya untuk pada pekerjaan yang selayaknya dan lebih terhormat. Bukankah dalam agama dikatakan ‘tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah’,” sebut Ace.
“Selain itu, saya kira diimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan sedekah atau pemberian kepada para pengemis yang masih terlihat produktif, sehat, dan muda. Lebih baik disalurkan pada individu yang membutuhkan atau lembaga filantropi yang kreadibel dan dapat dipercaya,” imbuh Ace. (detikcom/RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















