FAS 2025: Ajarkan Anak Lestarikan Lingkungan

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 19:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Anak Sebangau (FAS) 2025 yang dipusatkan di Objek Wisata Air Hitam, Kereng Bangkirai, kawasan Sungai Sabangau, Kota Palangka Raya, Minggu (16/11/2026). (Foto: ANTARA/Rendhik Andika)

Festival Anak Sebangau (FAS) 2025 yang dipusatkan di Objek Wisata Air Hitam, Kereng Bangkirai, kawasan Sungai Sabangau, Kota Palangka Raya, Minggu (16/11/2026). (Foto: ANTARA/Rendhik Andika)

SuarIndonesia — Festival Anak Sebangau (FAS) 2025 yang digelar Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) menjadi ajang edukasi bagi anak-anak tentang manfaat dan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudparpora Kota Palangka Raya Cecilia Kristina Myra, Minggu (16/11/2025), menyambut baik Festival Anak Sebangau yang dipusatkan di Objek Wisata Air Hitam, Kereng Bangkirai, kawasan Sungai Sebangau.

“Festival Anak Sebangau yang dilaksanakan BNF Indonesia sangat baik sebagai upaya meningkatkan kepedulian anak dalam pengelolaan lingkungan,” katanya di sela-sela pembukaan FAS 2025.

Melalui acara ini pihaknya berharap nilai-nilai positif dalam keterlibatan untuk menjaga lingkungan dapat tertanam pada anak. Sehingga nantinya, akan semakin tumbuh kesadaran pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan.

“Harapannya, ke depan kegiatan ini akan terus terlaksana karena kami juga memiliki keterbatasan dalam menjangkau dan mengedukasi anak,” katanya.

CEO YBNI Anton Nurcahyo mengatakan, kegiatan yang mengusung tema “Kalawa Bara Himba” ini terinspirasi dari peristiwa kebakaran lahan gambut seluas 196.986 hektare serta lahan non-gambut seluas 133.876 hektare dan menjadi kebakaran terparah 10 tahun lalu.

“Ini menjadi pengingat betapa rentannya ekosistem hutan serta pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melindungi hutan,” katanya.

(Foto: ANTARA/Rendhik Andika)

Anton menerangkan, alasan tersebut yang menjadi inspirasi YBNI melalui FAS terus menggelorakan semangat pelestarian lingkungan sekaligus mengenang kembali peristiwa bencana kebakaran itu melalui cara yang bersifat edukatif dan Inspiratif.

Baca Juga :   MAKAM Cornelius Willem Dipindahkan ke Palangka Raya

Dia menambahkan, Festival Anak Sebangau juga sebagai bentuk tanggung jawab BNF dalam mengelola dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan. Upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan ini harus ada yang meneruskan nantinya.

“Maka, tanggung jawab pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita dan semangat itu harus kita teruskan kepada anak-anak kita, selaku generasi penerus masa depan,” kata Anton, dilansir dari AntaraNews.

Koordinator Edukasi BNF Indonesia, Agus Damanik menerangkan, tema “Kalawa Bara Himba” mengandung filosofi mendalam yang merekonstruksikan makna “Cahaya”, di mana cahaya api kebakaran menjadi cahaya harapan yang terpancar dari semangat anak-anak, pemuda serta pemudi dari seluruh peserta edukasi.

Cahaya tersebut menjadi simbol harapan, pengetahuan, dan keberlanjutan yang tumbuh dari generasi muda Sebangau untuk masa depan hutan yang lebih lestari.

“Sementara pada hari ini ada sekitar 60 anak binaan kami yang terlibat dalam FAS 2025. FAS sendiri telah dilaksanakan sejak 2016 ini,” kata Agus.

Pada acara itu, para peserta menampilkan sejumlah aktivitas seperti tarian giring-giring, temu wicara, pameran foto dokumentasi, pojok bermain anak, membuat kriya, menari manasai, pembubuhan cap tangan dan penampilan drama anak bertema lingkungan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito
TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
PENGGELEDAHAN Selain Kantor PT MCM di Kalsel Tim Kejaksaan Sasar KSOP Banjarmasin, Terkait Korupsi Tambang Samin Tan
52 ASN Kalteng Disanksi, tak Hadir tanpa Keterangan
234 PELAJAR SMPN 1 Muara Teweh Siap Ikuti TKA Berbasis Chromebook
TONGKANG Pengangkut BBM Terbakar, Seorang ABK Ditemukan Kondisi Tubuh Hangus
PASTIKAN STATUS LANAL Banjarmasin Menjadi Tipe A, Komisi I DPR RI Terus Mendorong

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya

Senin, 6 April 2026 - 22:01

PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter

Senin, 6 April 2026 - 19:08

MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin

Senin, 6 April 2026 - 00:05

TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito

Minggu, 5 April 2026 - 23:11

TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca