DPR Jepang Dibubarkan

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang pada Jumat (23/1/2026) di awal masa sidang parlemen reguler, dengan pemilihan umum (pemilu) dijadwalkan pada 8 Februari. (Foto: Istimewa)

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang pada Jumat (23/1/2026) di awal masa sidang parlemen reguler, dengan pemilihan umum (pemilu) dijadwalkan pada 8 Februari. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Jumat (23/1/2026) membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat untuk menggelar pemilu sela pada 8 Februari, guna mendapatkan mandat publik bagi agenda kebijakan ekonomi dan keamanan pemerintahannya.

Kabinet Takaichi pada Jumat (23/1/2026) pagi menyetujui pembubaran majelis rendah beranggotakan 465 kursi tersebut, menyusul pembentukan koalisi baru antara Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Inovasi Jepang.

Pembubaran ini merupakan yang pertama dilakukan pada awal masa sidang reguler dalam hampir 60 tahun. Masa jabatan anggota parlemen sejatinya baru akan berakhir pada 2028.

Dikutip AntaraNews dari Kyodo, Takaichi menyatakan keputusan itu diambil karena pemerintahannya, yang mulai menjabat pada Oktober 2025, belum memperoleh mandat langsung dari publik, termasuk bagi koalisi baru yang dibentuk pada bulan yang sama.

Pembubaran majelis rendah secara otomatis memulai masa kampanye singkat. Pemerintah dan oposisi diperkirakan akan menyoroti isu penghapusan atau penangguhan pajak konsumsi atas bahan pangan untuk meringankan beban rumah tangga akibat inflasi.

Pemilu ini juga akan diikuti kandidat dari blok oposisi baru, Aliansi Reformasi Sentris, yang dibentuk oleh Partai Demokrat Konstitusional Jepang dan Partai Komeito, mantan mitra koalisi LDP selama 26 tahun.

Baca Juga :   IRAN : G7 "MUNAFIK", Diancam Sanksi Baru Gegara Aksi Protes

Isu pendanaan negara diperkirakan menjadi perdebatan utama, seiring usulan penghapusan penuh pajak konsumsi atas makanan oleh oposisi dan wacana penangguhan oleh kubu pemerintah, di tengah tekanan inflasi yang berkelanjutan.

Selain itu, isu politik dan pendanaan partai, menyusul skandal dana gelap yang menimpa LDP dalam beberapa tahun terakhir, serta persoalan terkait warga asing dan pariwisata, juga diperkirakan menjadi bagian dari kampanye.

Meski tingkat dukungan terhadap Kabinet Takaichi relatif tinggi, koalisi berkuasa hanya memiliki mayoritas tipis di majelis rendah dan masih menjadi minoritas di Dewan Penasihat, sehingga bergantung pada dukungan partai lain untuk meloloskan undang-undang.

Penetapan tanggal pemilu hanya 16 hari setelah pembubaran majelis, yang merupakan jeda terpendek di era pascaperang, menuai kritik karena dinilai membatasi waktu pemilih untuk menilai program kebijakan.

Partai-partai oposisi juga mengkritik keputusan menggelar pemilu sebelum parlemen mengesahkan anggaran awal tahun fiskal 2026 yang dimulai pada April, dan menuding pemerintah mengutamakan pertimbangan politik.

Pemilihan majelis rendah sebelumnya digelar pada Oktober 2024. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN : G7 “MUNAFIK”, Diancam Sanksi Baru Gegara Aksi Protes
ASEAN Para Games 2026 Thailand: Atlet NPC Kalsel Perkuat Kontingen Indonesia
INDONESIA Creative Week Belgium: Kain Sasirangan Khas Tala Pikat Warga Belgia
LANDO Norris Juara Dunia F1 2025
TENIS SERUMPUN : NMTC dan GKTJB Tampilkan Pertarungan Sportif Berbalut Persahabatan
KEBAKARAN Wang Fuk Court Hong Kong, Kemlu: 108 WNI Selamat, 22 Masih Hilang
BOM Bunuh Diri Tewaskan 12 Orang di Islamabad
ZOHRAN Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York Dilantik 1 Januari 2026

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:54

TUJUH PAKET Kantong Korban Pesawat ATR Dievakuasi ke DVI

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:37

BAYI Orangutan Diselamatkan di Perkebunan Sawit Ketapang

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:40

ANANG SYAKHFIANI Mantan Bupati Tabalong, Meski Terancam 3,5 Tahun Penjara “Mentahkan” Tuntutan JPU

Senin, 19 Januari 2026 - 23:46

OTT KPK: Bupati Pati Sudewo Kembali Ditangkap

Senin, 19 Januari 2026 - 23:36

MENKO POLKAM: Keamanan Siber Salah Satu Tulang Punggung Negara

Senin, 19 Januari 2026 - 23:29

JELANG Ramadan, Pemda Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Senin, 19 Januari 2026 - 23:02

DUKUNG “Sabuk Hijau Khatulistiwa” Berbasis Ekonomi Rakyat

Senin, 19 Januari 2026 - 00:13

KNKT: Pesawat ATR ‘Pecah’ dan ‘Berhamburan’ Menabrak Gunung Bulusaraung

Berita Terbaru

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jepang pada Jumat (23/1/2026) di awal masa sidang parlemen reguler, dengan pemilihan umum (pemilu) dijadwalkan pada 8 Februari. (Foto: Istimewa)

Internasional

DPR Jepang Dibubarkan

Jumat, 23 Jan 2026 - 22:20

pelaku Sugiannor (40)

Hukum

JURU PARKIR Ditikam Gegara Tolak Kasih Uang

Jumat, 23 Jan 2026 - 21:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca