BAYI Orangutan Diselamatkan di Perkebunan Sawit Ketapang

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayi orangutan yang berhasil dievakuasi oleh tenaga medis YIARI di salah satu kebun sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Foto: Dok YIARI)

Bayi orangutan yang berhasil dievakuasi oleh tenaga medis YIARI di salah satu kebun sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Foto: Dok YIARI)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan seekor bayi orangutan betina tanpa induk di perkebunan kelapa sawit warga Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

“Bayi orangutan yang kemudian diberi nama Jani itu dilaporkan warga terlihat berkeliaran selama beberapa hari di kebun sawit tanpa keberadaan induknya. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan melakukan verifikasi lapangan dan memastikan satwa dilindungi itu berada dalam kondisi sendirian serta berisiko mengalami konflik dengan manusia,” kata dokter hewan YIARI, drh Komara, di Pontianak, Jumat (23/1/2026).

Petugas sempat melakukan pencarian induk di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Untuk memastikan keselamatan satwa, tim memutuskan berjaga dan bermalam di lokasi sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.

Setelah dilakukan observasi, proses evakuasi diputuskan tanpa menggunakan senjata bius atau anestesi karena mempertimbangkan usia orangutan yang masih sangat muda.

“Secara fisik, Jani tergolong masih sangat muda. Dalam kondisi seperti ini, penggunaan obat bius justru dapat meningkatkan risiko,” kata yang terlibat langsung dalam proses penyelamatan. “Penanganan manual menjadi pilihan paling aman dengan tetap memperhatikan tingkat stres dan kondisi fisiologis satwa.”

Proses penangkapan berlangsung lancar. Jani kemudian dimasukkan ke kandang transport dan dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Jani diperkirakan berusia sekitar lima tahun. Pada usia tersebut, anak orangutan seharusnya masih bergantung penuh pada induknya.

“Di alam liar, anak orangutan bergantung pada induknya hingga usia 6–8 tahun, baik untuk perlindungan, nutrisi, maupun pembelajaran bertahan hidup. Terpisah dari induk pada usia ini sangat berisiko,” ujar Komara, dilansir dari AntaraNews.

Saat ini Jani ditempatkan di ruang karantina untuk pemulihan kondisi fisik dan mental, serta akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis lanjutan.

Baca Juga :   KERAHKAN KENDARAAN Dapur Lapangan dan Water Treatment Bantu Warga Terdampak Banjir di Banjar

Ketua YIARI, Silverius Oscar Unggul, menilai kejadian ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap habitat satwa liar akibat fragmentasi lanskap dan ekspansi lahan.

“Kasus ini menunjukkan tekanan habitat yang terus meningkat. Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat, BKSDA, dan tim lapangan. Ke depan, pencegahan dan edukasi menjadi kunci agar kasus serupa tidak berulang,” katanya.

Menurut dia, tim masih memantau kawasan sekitar perkebunan untuk mencari keberadaan induk. Jika ditemukan, akan diupayakan proses reunifikasi. Namun jika tidak, Jani akan menjalani rehabilitasi hingga siap dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam penyelamatan tersebut.

“Di usia lima tahun, Jani seharusnya masih bersama induknya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tekanan terhadap habitat orangutan masih tinggi. Edukasi dan penyadartahuan kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk menjaga keanekaragaman hayati,” katanya.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan satwa dilindungi yang populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat dan konflik dengan aktivitas manusia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT BANGUN BANUA Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07

GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Wamenham Mugiyanto saat diwawancara awak media usai Uji Publik RUU HAM di Samarinda, Senin (22/6/2026) malam. (Foto: Antara/A Rifandi)

Hukum

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:46

Jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru tahun 1447 H / 2026 M saat mengikuti acara penyambutan di asrama haji di Kota Banjarbaru setelah tiba di tanah air, Senin (22/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:37

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency)

Internasional

KEIR STARMER Mundur jadi PM Inggris

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca