DITUTUP Saluran Irigasi Kurangi Debit Air di Martapura Timur dan Barat

- Penulis

Kamis, 14 Januari 2021 - 17:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel memilih menutup saluran irigasi Riam Kanan (IRK) untuk mengurangi genangan air di kawasan Martapura Timur dan Barat.

Pasalnya ujung saluran IRK mengarah ke kawasan tersebut.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kalsel, Masrai Zulzai, menerangkan penutupan pintu saluran IRK tersebut berkaitan dengan penanganan banjir.

Dikatakannya saluran IRK tersambung dengan aliran Sungai Martapura dan persawahan di daerah Martapura Timur dan Martapura Barat.

Jika suplai dari IRK tinggi maka banjir di kawasan Martapura Timur dan Barat semakin parah.

“Sistemnya gantian, genangan air di daerah Martapura Timur dan Barat sempat turun jika suplai hanya dari Sungai Martapura. Jika ditambah dengan suplai saluran IRK maka air semakin menggenang turunnya lambat,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Menurut Masrai karena berkaitan banjir maka diberlakukan sistem bergiliran antara saluran IRK dan Sungai Martapura.

“Mau tidak mau demikian. Pintu di saluran IRK dibuka kembali jika genangan air di ujung saluran mulai surut,” pungkasnya.

Imbah ditutupnya saluran IRK, air melimpas ke aliran Sungai Martapura. Debit air di aliran tersebut meningkat.

Baca Juga :   NEKAT ! PEDAGANG PENTOL Gagahi Cewek Penjaga Toko di Banjarmasin

Hal tersebut membuat pembudidaya ikan jala apung wawas. Pasalnya jala yang berisi ikan berpotensi terbawa arus.

Mengantisipasi hal demikian pembudidaya ikan menambah tali pengikat penahan jala.

“Tali tambat sudah kami tambah, mudah-mudahan jalan tidak terbawa arus seperti tahun 2006 lalu. Jika terbawa arus maka kerugian materi sangat banyak,” kata Mahlani, salah satu pembudidaya ikan jala apung di Desa Sungaialang, Kabupaten Banjar.

Dikataka, sudah terdapat jalan yang hanyut. Meski tali tidak putus namun pohon tempat tali diikat tidak kuat. “Sebagian ikan sudah ada yang keluar karena pohon tempat tali diikat roboh,” ujarnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14