Ditutup Pagar Seng, Sub Terminal Banjarbaru Disiapkan Titik Simpul BRT

Ditutup Pagar Seng, Sub Terminal Banjarbaru Disiapkan Titik Simpul BRT

Suarindonesia  – Setelah ditutup dengan seng aset bekas Citra Plaza oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

Dan di kawasan tersebut juga terdapat Sub Terminal Simpang Empat yang digunakan angkutan pelajar Banjarbaru untuk mangkal.

Setelah dipasang pagar seng, mobilitas angkutan hanya melalui jalur tengah. Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, A Yani Makkie mengaku tidak tahu mengapa terminal tersebut ditutup.

Dikatakan, pihaknya hanya bisa pasrah karena aset tersebut milik Pemprov Kalsel.

Menurutnya, akan mengomunikasikan dengan pihak pemprov.

“Apakah boleh angkutan pelajar mangkal di sana. Sementara ini untuk angkutan pelajar ada 35 unit.

Angkutan sewa tersebut juga masih berada di dalam terminal itu.

Kalau memang mau dimanfaatkan kami tidak masalah pindah juga, tapi setidaknya bisa siap siap,’’ kata dia.

Dijelaskan dia, hingga kini tidak ada masalah dengan sopir angkutan dengan ditutupnya akses terminal tersebut,  karena mangkal di sana hanya sementara waktu.

“Tidak ada masalah kami. Namun untuk apa kedepannya kita belum mengetahui karena tidak ada pemberintahuan,’’ kata Yani, panggilan akrabnya.

Penutupan aset ini setelah adanya kesepakatan antara pemprov dengan pihak ke tiga terkait pemanfaatan aset tersebut.

Selain itu, sub terminal juga akan dimanfaatkan untuk menunjang operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula.

Sebagaimana dijelaskan Sekretaris Dinas Perhubungan Kalsel, M Mirhansyah, Jumat (18/1), terminal tersebut akan diperbaiki dan dijadikan titik simpul BRT di Banjarbaru.

“Nantinya di situ dipakai untuk titik simpul (pertemuan)  BRT, yang di simpang empat Banjarbaru.

Rencana yang membangun pihak ketiga,’’ kata pria yang juga Plh Kadishub ini.

Lantas kapan BRT mulai dioperasikan?.  Mirhan menyebut Februari mendatang sesuai rencana akan dilaksanakan launching.

Dikatakan, setelah launching akan dilaksanakan ujicoba terlebih dahulu.

“Sembari menunggu halte dibangun pihak ke tiga kita akan ujicoba dulu.  Sementara ujicoba menggunakan bus stop aja bukan halte,’’ bebernya.

Menurut Mirhan, ujicoba juga sekaligus untuk menghimpun respon warga.

Selain juga untuk memetakan jam operasional dan kapasitas muatan. “Ketika uji coba akan diminta tanggapan warga. Dari itu bisa diketahui apa yang menjadi masukan untuk diberikan pembenahan,’’ kata Mirhan. (RW)

 

 

 399 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: