DITURUNKAN Tarif Layanan Tes PCR di Labkes Provinsi Kalsel

- Penulis

Rabu, 18 Agustus 2021 - 21:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalsel akan menurunkan tarif menjadi Rp525 ribu sesuai tarif maksimal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Tarif sebelumnya mencapai Rp900 ribu.

Kepala UPT Labkes Provinsi Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan pihaknya sejak Juli lalu melayani tes PCR mandiri di luar dari tracing kontak konfirmasi positif covid.

Tes mandiri banyak dipergunakan untuk pelaku perjalanan, sedangkan spesimen tes tracing tidak dipungut biaya.

“Tarif sebelumnya Rp900 ribu untuk satu spesimen, berdasarkan ketentuan yang baru akan kami turunkan menjadi Rp525 ribu,” ujarnya, Rabu (18/8/2021).

Dikatakan Susi, penyesuaian tarif tersebut tidak bisa serta merta dilaksanakan pihaknya, sebab harus mengubah peraturan pungutan retribusi.

Disebutkan Susi, pihaknya sudah membuat telaahan ke Dinad Kesehatan untuk mengubah tarif.

Setelah di Dinkes, lanjutnya, maka diteruskan ke Badan Keuangan Daerah (Bekuda) dan Biro Hukum.

“Semoga payung hukum pungutan retribusi tersebut bisa selesai cepat,” tuturnya.

Baca Juga :   POLRES BANJARBARU Gagalkan Peredaran Sabu 9,6 Kilogram

Ia menambahkan, pihaknya tidak sepenuhnya mencari untuk dari pungutan pelayanan tersebut, sebab laboratorium tersebut milik pemerintah.

Dikatakannya, penarikan retribusi tersebut dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Susi mengaku pada tahun ini pihaknya ditarget pendapatan sebesar Rp5,5 miliar.

Ia optimis bisa mencapai target karena sampai saat ini realisasi sudah berjumlah Rp2,1 miliar.

Menurut Susi, dalam sehari pihaknya bisa memproses 194 spesimen. Mesin PCR yang ada mempunyai 96 hole.

Dalam sehari dilaksanakan 2 kali ekstraksi. Pelayanan PCR mandiri tinggal membawa KTP dan membayar tarif sesuai peraturan.

“Layanan PCR pukul 07.30 dan 11.30. Hasilnya bisa diambil setelah 6 jam. Satu kali proses ekstraksi membutuhkan waktu 6 jam. Dalam sehari kami 2 kali ekstraksi,” pungkasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder
SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiwi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara
RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko
WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan
TIM PENELITI GEMOLOGI Internasional Memperdalam Pengetahuan tentang Intan Kalsel
SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin
DIKENALKAN Rakitan Teknologi Padi Apung di Lahan Rawa Lebak
ALPIYA RAKHMAN Sosialisasikan Nilai Pancasila

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:12

KEMENHAJ Minta JCH Melapor jika Ada Pungutan Biaya

Senin, 27 April 2026 - 21:05

RESHUFFLE KABINET, Enam Pejabat Baru Dilantik Presiden Prabowo

Senin, 27 April 2026 - 00:22

KEMENHAJ Siapkan Klinik Satelit Layani Jemaah Haji dengan Cepat

Minggu, 26 April 2026 - 00:36

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

Jumat, 24 April 2026 - 19:37

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 23:50

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Kamis, 23 April 2026 - 23:45

KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca