DISITA ASSET 7 Bidang Tanah di Wilayah Kalteng Kasus Dugaan Korupsi dI LPEI

- Penulis

Rabu, 2 Maret 2022 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Disita asset 7 bidang tanah di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) atas kasus dugaan korupsi dI LPEI, yang akibatkan kerugian Keungan Negara sekitar Rp 2,6 Triliun.

Penyitaan barang bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019.

Penyitaan dilakukan Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Dr. Ketut Sumedana, membenarkan semua itu.

Dikatakan, penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita merupakan aset milik dan atau yang terkait tersangka S berupa 7  bidang tanah dengan jumlah luas seluruhnya 14.697 M2.

Penyitaan 7  bidang tanah tersebut telah mendapatkan Penetapan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.

Pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalteng.

Sesuai Penetapan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Nomor: 63/Pen.Pid/2022/PN.Pbu tanggal 14 Februari 2022, aset milik atau yang berkaitan dengan Tersangka S.

Yakni, satu bidang Tanah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng  dengan Sertifikat Hak Milik No.1270/Sidorejo dengan luas 1.997 M2;

Baca Juga :   "KANTOR PLN DISEGEL", Peternak Tebarkan Ribuan Bangkai Ayam

Satu bidang tahan di lokasi sama  dengan Sertifikat Hak Milik No.1273/Sidorejo dengan luas 5.992 M2;

Satu bidang Tanah (dengan bangunan dalam kondisi rusak), yang terletak di Jalan Iskandar, dengan Sertifikat Hak Milik No.726/Madurejo dengan luas 3.800 M2.

Tanah  dengan Sertifikat Hak Milik No.2040/Madurejo dengan luas 1.924 M2 dan, dengan Sertifikat Hak Milik No. 2053/Madurejo dengan luas 486 M2;

Lainnya sebidang bidang Tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. 2146/Madurejo dengan luas 249 M2 serta tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. 2147/Madurejo dengan luas 249 M2.

Terhadap asset-asset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara, (*/ZI)

 

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LUAR BIASA ! Sosok AKBP Arifin Sukses Menciptakan Aplikasi SIRANMOR Mewujudkan Manajemen Ranmor Dinas Polri Terintegrasi
KASUS PENYADAPAN ILEGAL: Kapolri Bentuk Tim Khusus
SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi
LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob
AKSI SERIBU LILIN LPI di 10 Provinsi Minta Polri Usut Kasus Penyadapan
18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital
RATUSAN EKOR BURUNG tanpa Dokumen Gagal Dikirim
SATU KRU HELI Mi-17 Masih dalam Pencarian

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:57

LUAR BIASA ! Sosok AKBP Arifin Sukses Menciptakan Aplikasi SIRANMOR Mewujudkan Manajemen Ranmor Dinas Polri Terintegrasi

Kamis, 5 November 2026 - 21:46

SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi

Kamis, 5 November 2026 - 21:33

LISTYO dkk Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Kamis, 5 November 2026 - 20:26

AKSI SERIBU LILIN LPI di 10 Provinsi Minta Polri Usut Kasus Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 20:20

18 JUTA KELUARGA Terdaftar Perlinsos Digital

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T

Kamis, 5 November 2026 - 19:40

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 November 2026 - 19:35

TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara

Berita Terbaru