SuarIndonesia – Pembangunan dua bendungan di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi prioritas rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2022-2026.
Dua bendungan tersebut dirancang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi.
Satu bendungan yaitu Riam Kiwa kini dalam proses pembebasan lahan dan telah disetujui pusat untuk dilakukan pengerjaan fisik di tahun 2022.

Pemprov Kalsel juga akan mengawal pembangunan bendungan Kusan di Tanah Bumbu dan bendungan Pancur Hanau di HST.
“RPJMD ini juga memuat target-target program yang realistis dan terukur, sehingga memudahkan pengendalian perencanaan, penguatan integrasi penganggaran dan pendanaan,” kata Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, di sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Kalsel 2021-2026, Rabu (1/12/2021) di Gedung Idham Chalid.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira, menyebut selain dua bendungan tersebut juga dirancang pembangunan Bendungan Kusan.”Bendungan Kusan kita akan mulai kajiannya di tahun ini,” ujarnya.
Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan akan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B.
Dengan pembangunan dua bendungan tersebut maka pengurangan dampak banjir di Tanah Bumbu dan HST harapnya dapat terealisasi.
Dalam lima tahun ke depan, Pemprov ujar Fajar akan membangun Kalimantan Selatan, dengan visi Kalsel Maju, yaitu Kalimantan Selatan Makmur Sejahtera dan Berkelanjutan.

Terdapat lima misi pembangunan di dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2021-2026, yaitu pertama, membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur.
Kedua mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Ketiga memperkuat sarana prasarana dasar dan perekonomian.
Keempat tata kelola pemerintahan yang lebih fokus pada pelayanan publik dan kelima menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















