Dipecat Pekejaan, Dendam Puncaknya Membunuh

Dipecat Pekejaan, Dendam Puncaknya Membunuh

Suarindonesia – Dipecat dari pekerjaan pada sebuah gudang, karena dituding mencuri, dendam dan puncaknya membunuh.

Itulah yang terungkap dari pengakuan pelaku M Safrudin alias Amat (19), ternyata warga Desa Sari Barangas Kabupaten Kuala Kapuas (Kapuas).

Karena dendam sering di-bully korban Rahmadi alias Madi (19), warga Jalan Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar ini, pucaknya membunuh.

Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Pol Sofyan Hidayat, ketika gelar perkara, Kamis (22/11) mengatakan, semua direncakan pelaku.

Berpura menawarkan suatu pekerjaan dengan gaji cukup besar di Kota Palangka Raya kepada sang teman, ternyata ujungnya malah dengan sadis memenggal kepala.

Itulah hasil yang terungkap atas kasus mayat tanpa kepala di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Lokbaintan, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (20/11) lalu dan pelakunya ditangkap, Kamis (22/11).

Pelaku tertangkap oleh anggota gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal (Reskrim) Unit Resmob dan Unit Ranmor Polda Kalsel, Satuan Reskrim Unit Resmob Polres Banjar serta Satuan Reskrim Unit Resmob Polres Tanah Laut (Tala).

Saat itu berada sebuah kost di Desa Bentol Gang 55 Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tala, Kamis dinihari (22/11), sekitar pukul 01.00 WITA.

Sedangkan bagian tubuh korban yakni kepala, yang dipenggal pelaku, ditemukan anggota, siangnya sekitar pukul 11.10 WITA di sekitar Jembatan Barito, Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Ditambahkan Kombes Polisi Sofyan Hidayat, pelaku menghabisi korban memang dengan berpura menawarkan sebuah pekerjaan.

Iming-iming itulah korban langsung turun dari rumah setelah menjalankan sholat Isya, lalu keduanya janjian untuk bertamuan di Lokbatan Sungai Tabuk.

Mereka sempat jalan-jalan naik motor, dan

hingga malam hari melintas di Jalan Gubernur Syarkawai, Desa Lokbaintan.

Pelaku Amat minta berhenti di tepi jalan dengan alasan ingin buang air kecil.

Karena lokasi cukup sunyi, Amat meminta temani korban menjauh dari tepi jalan, ke semak belukar di kawasan tersebut.

Saat itulah, pelaku melancarkan aksinya menghabisi nyawa dan memenggal kepala korban dengan sebilah parang.

“Bagian tubuh korban disembunyikan di semak- semak di lokasi kejadian.

Sedang potongan kepala dan parang yang digunakan, dibuang pelaku di Pulau Bakut di bawah Jembatan Barito,’’ tambah Kombes Pol Sofyan Hidayat.

Menurut Sofyan, pelaku juga membawa sepeda motor, Hp dan dompet korban.

Namun semua barang milik korban sudah berhasil diamankan polisi saat penangkapan pelaku di rumah kosnya di kawasan Bentok, Bati Bati, Tanah Laut.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 KUHP dengan tuduhan pembunuhan berencana.

Pelaku terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara. (DO/ZI)

 501 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: