Suarindonesia – Meski pembangunan fisik dua gedung inti dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah yang berfungsi sebagai gedung IGD dan Poliklinik telah selesai namun RS Sultan Suriansyah masih belum bisa beroperasi karena ketiadaan Alat Kesehatan (Alkes) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Plt Kadinkes Kota Banjarmasin, H Lukman Hakim SKM mengatakan pengoperasian Rumah Sakit Sultan Suriansyah menyediakan Alkes untuk RS Sultan Suriansyah yang dilakukan dengan cara bertahap sedikit demi sedikit sampai saat RS beroperasi nantinya.
“Memang tahun ini harus tersedia Alkes ini supaya lebih cepat RS dapat beroperasi sehingga dapat mencapai target tahun 2019 dapat beroperasi,” ucap H Lukman Hakim SKM yang dicegat usai rapat ekspose pembangunan rumah sakit di hadapan Walikota H Ibnu Sina dan Wakil Walikota H Hermansyah, kepada awak media, Senin (4/2).
Lukman juga mengatakan pagu anggaran yang disediakan untuk penyediaan Alkes RS Sultan Suriansyah berjumlah Rp 23 miliar yang akan diadakan secara bertahap sampai RS beroperasi yang sudah dianggarkan pada APBD tahun 2018.
Jadi, kata Lukman ketersediaan Alkes adalah syarat utama untuk operasi sebuah rumah sakit, di samping bangunan fisik yang sudah rampung baik bangunan poliklinik maupun bangunan IGD.
“Terus terang memang ini merupakan syarat utama untuk beroperasi di samping bangunan yang sudah rampung, dan pengadaan alkes juga menjadi syarat utama. Oleh karena itu kita bertahap mengadakannya dari bulan februari sampai target operasi yang ditentukan nanti ” ungkap Lukman.
Kemudian dikatakan Lukman, selain penyediaan Alkes untuk RS, pihak Dinkes sudah menyediakan 240 orang tenaga medis untuk menunjang SDM agar RS Sultan Suriansyah dapat beroperasi tahun 2019 ini.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















