SuarIndonesia- 12 pejabat eselon 2 atau jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama dilantik Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Kamis (14/4/2022) di Gedung Mahligai Pancasila. 12 pejabat yang dilantik terdiri dari 10 hasil lelang jabatan dan 2 mutasi jabatan,
10 pejabat hasil lelang pertama Hj. Raudhatul Jannah, sebagai Kepala Biro Perekonomian, H. Barkatullah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Ariadi Noor, Kepala Bappeda, Anna Martiana Afida.
Direktur RSJ Sambang Lihum, Among Wibowo, Direktur RS Ansari Saleh, Muhammadun, Kepala Disdik dan Kebudayaan Kalsel, Rospana Sofian, Kepala Biro Umum, Hj. Fathimatuzzahra, Kadishut Kalsel.
Diauddin, Kepala Dinkes Kalsel, dan terkahir Ahmad Solhan, Kepala Biro Kesra.
Sementara, 2 pejabat yang mutasi adalah Mujiyat, sebelumnya Kepala BPBD menjadi Kepala BPSDMD dan Gusti Rahmat sebelumnya Kepala Biro Organisasi menjadi Kepala Biro Administrasi Pembangunan.
Sahbirin mengatakan, pelantikan demi pelantikan ini merupakan respon terhadap banyaknya jabatan kosong yang ditinggal oleh pejabat yang memasuki masa purna tugas.
Sehingga memberikan dampak yang kurang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, jika tidak segera kita isi.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini mengungkapkan, pada pelantikan ini ada dua hal penting untuk menjadi perhatian pejabat pimpinan tinggi pratama.
Pertama, berkaitan dengan pelaksanaan rencana kerja pembangunan daerah tahun 2023, Paman Birin menekankan pentingnya bagi seluruh kepala SKPD, termasuk pejabat yang baru dilantik untuk benar-benar memahami tugas dan fungsi yang melekat dalam SKPD yang dipimpin.
“Pahami dan kaji program-program secara mendalam, secara cermat dan teliti, serta pastikan korelasinya dengan sasaran pembangunan, sesuai RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021-2026,” kata Paman Birin.
Kedua, Paman Birin mengatakan kepada para pejabat yang baru saja dilantik, untuk memberikan dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang tinggi. Segera beradaptasi dengan suasana dan lingkungan kerja yang baru.
Harus bergerak lebih cepat dalam menuntaskan tugas-tugas pemerintahan dan target pembangunan di Kalimantan Selatan.
“Kita menghadapi tantangan dan memiliki peluang dengan perpindahan IKN ke Kalimantan Timur, dimana provisi kita berbatasan langsung dengan wilayah IKN, baik dari sisi utara maupun dari sisi tenggara,” ungkap Paman Birin.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















