DIBIDIK Pemprov Kalsel Hilirisasi Energi Batubara Menjadi Metanol dan LPG

- Penulis

Rabu, 17 Maret 2021 - 21:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Energi batubara berpotensi dijadikan metanol dan LPG, dan Pemprov Kalsel mulai membidik hal tersebut, sebab kandungan cadangan batubara di Kalsel cukup besar.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, menambahkan terdapat empat sektor industri unggulan Kalsel. Pertama, sektor sumber daya alam (SDA) karet yang baru diproduksi setengah jadi bisa memproduksi 15 ribu ton per bulan.

Pada sektor Crude Palm Oil (CPO) di Kalsel setiap hari bisa menghasilkan 2.000 ton per jam. “CPO sudah diolah menjadi hilirisasi industri yakni menjadi industri minyak goreng di Kotabaru,” urai Mahyuni.

Bahan baku ketiga, sambung Mahyuni yakni batubara. Cadangan batubara di Kalsel mecapai miliaran ton.

Jika bisa digarap hilirisasi maka energi batuara bisa menjadi metanol dan diturunkan lagi menjadi LPG.

“Kita masih ketergantungan LPG ke negara luar, dan jika bisa dioptimalkan maka bisa menurunkan ketergantungan impor LPG di Kalsel,” sebut Mahyuni.

Selain itu, sambung Mahyuni, hilirisasi batubara juga bisa diubah menjadi biji besi dan plastik dan juga bisa menjadi pupuk yang diolah menjadi amoniak.

Baca Juga :   KAKEK MATNOR Tercebur Bersama Motornya di Lumpuran Sungai dan Melepas Nyawa

“Hilirisasi batubara di Kalsel yang dilakukan yakni ada smelter di Kotabaru yang mengolah biji besi.

Investasinya disiapkan oleh Badan investasi nasional dan Kita di Kalsel menyiapkan kajian jasa konsultan ke arah baja karbon dan baja paduan,” urainya.

Sementara itu, Pejabar  Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, mengatakan Provinsi Kalsel memiliki potensi yang cukup besar di sektor industri.

Ia menyebut Kalsel memiliki luas lahan yang signifikan dan potensi tanam yang cukup, sehingga harus merumuskan jenis-jenis industri yang diprioritaskan.

Disebutkanya tak bisa semua sektor menjadi prioritas, sebab akan mengurangi bahan baku.

“Kita harus prioritas di beberapa sektor agar bisa fokus, termasuk penetapan industri turunannya,” ujar Safrizal, Rabu (17/3/2021) di sela Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Urusan Perindustrian se Kalsel di Hotel Rattan Inn.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan
PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca