“Di 2019 akan Tertanami 46 Ribu Hektar”

“Di 2019 akan Tertanami  46 Ribu Hektar”

Suarindonesia  – Penanaman pohon terus digalakan Dinas Kehutanan (Dishut)  Kalsel.

Jenis tanaman yang kini sedang fokus ditanaman adalah Bambu.

Sebelumnya penanaman bambu di Taman Hutan Raya Sultan (Tahura) Sultan Adam.

Terbaru, Jumat (11/1), bambu ditanam di Miniatur Hutan Hujan Tropika Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel.

Bibit bambu yang ditanam terdiri 22 jenis, didapat dari lembaga penelitian Jogja.

Sementara 14 lainnya, bibit lokal. Selain kawasan Tahura Sultan Adam akan menjadi Arboretum Bambu, Dishut Kalsel juga mendorong pengembangannya di Desa Lumpangi, HSS, sebagai desa 1.000 bambu.

Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pada 2018 Kalsel telah menanam pada 29.800 hektar lahan. Sedang di 2019 akan tertanami sebanyak 46 ribu hektar.

“Lahan tersebut tak hanya bambu, tapi juga pohon meranti,’’jelas Hanif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ikhlas.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, memimpin langsung penanaman.

Menurutnya, program Revolusi Hijau terbukti dapat mengurangi lahan kritis dan meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup.

“Penanaman ini termasuk upaya pengembangan budaya bambu yang dapat menggerakkan kesejahteraan masyarakat, selain jenis pohon lainnya yang telah lebih dulu dibudidayakan,’’ jelas Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu.

Bahkan penanaman yang terus dilakukan, lanjut gubernur, mempu mengatasi lahan kritis, hingga berkurang cukup signifikan.

Dari 640 ribu hektar, kini tersisa 511 ribu hektar.“Kondisi ini juga menigkatkan indeks kualitas lingkungan hidup daerah, dari urutan 26 naik ke urutan 19,’’ bebernya.

Dikatakannya, pohon bambu pengendali perubahan iklim, baik untuk rehabilitasi lahan terdegradasi, mampu menyerap dan menyimpan karbon.

“Pohon bambu ini juga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena bambu dapat diolah menjadi berbagai macam produk,’’ katanya.(RW)

 182 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: