“Di 2019 akan Tertanami 46 Ribu Hektar”

- Penulis

Sabtu, 12 Januari 2019 - 01:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia  – Penanaman pohon terus digalakan Dinas Kehutanan (Dishut)  Kalsel.

Jenis tanaman yang kini sedang fokus ditanaman adalah Bambu.

Sebelumnya penanaman bambu di Taman Hutan Raya Sultan (Tahura) Sultan Adam.

Terbaru, Jumat (11/1), bambu ditanam di Miniatur Hutan Hujan Tropika Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel.

Bibit bambu yang ditanam terdiri 22 jenis, didapat dari lembaga penelitian Jogja.

Sementara 14 lainnya, bibit lokal. Selain kawasan Tahura Sultan Adam akan menjadi Arboretum Bambu, Dishut Kalsel juga mendorong pengembangannya di Desa Lumpangi, HSS, sebagai desa 1.000 bambu.

Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pada 2018 Kalsel telah menanam pada 29.800 hektar lahan. Sedang di 2019 akan tertanami sebanyak 46 ribu hektar.

“Lahan tersebut tak hanya bambu, tapi juga pohon meranti,’’jelas Hanif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ikhlas.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, memimpin langsung penanaman.

Menurutnya, program Revolusi Hijau terbukti dapat mengurangi lahan kritis dan meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup.

“Penanaman ini termasuk upaya pengembangan budaya bambu yang dapat menggerakkan kesejahteraan masyarakat, selain jenis pohon lainnya yang telah lebih dulu dibudidayakan,’’ jelas Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu.

Baca Juga :   MEMPERKUAT SINERGI Antarinstansi Penegak Hukum yang Solid

Bahkan penanaman yang terus dilakukan, lanjut gubernur, mempu mengatasi lahan kritis, hingga berkurang cukup signifikan.

Dari 640 ribu hektar, kini tersisa 511 ribu hektar.“Kondisi ini juga menigkatkan indeks kualitas lingkungan hidup daerah, dari urutan 26 naik ke urutan 19,’’ bebernya.

Dikatakannya, pohon bambu pengendali perubahan iklim, baik untuk rehabilitasi lahan terdegradasi, mampu menyerap dan menyimpan karbon.

“Pohon bambu ini juga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena bambu dapat diolah menjadi berbagai macam produk,’’ katanya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca