SuarIndonesia – Data yang dimiliki pemerintah sering mendapat ancaman serangan siber.
Hal ini juga diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, HM. Muslim.
Lantas bagaimana langkah antisipasinya?
Pemerintah meluncurkan program CSIRT (Computer Security Incident Response Team).
“Informasi yang ada di pemerintahan menjadi salah satu sasaran serangan siber.
Oleh karena itu, Dinas Kominfo provinsi secara bertahap mendorong seluruh kabupaten/kota di Kalsel membentuk CSIRT, salah satunya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelas Kepala Dinas Kominfo Kalsel, M Muslim.

Saat ini 2 daerah di Kalsel, Banjarbaru dan Hulu Sungai Selatan menjadi yang pertama sebagai pengembangan CSIRT provinsi yang telah dibentuk 2020.
Lebih jauh dijelaskan Kepala Seksi Layanan Persandian dan Keamanan Informasi, M Noor Ikhwanadi, CSIRT merupakan pilar penting keamanan siber, yang menjalankan tiga area layanan.
Yakni reaktif, proaktif, dan manajemen kualitas layanan. Terbentuknya CSIRT pada pemerintah pusat dan daerah memudahkan kolaborasi mengatasi insiden siber yang terjadi.
la mengatakan CSIRT ini berperan dalam mendukung pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat, terlebih di pemerintahan berbasis elektronik (e-Government) yang saat ini dijalankan.
“Seperti data dan informasi yang dimiliki dinas terkait perizinan, jika sistem dan datanya tidak dilindungi, tentu akan merugikan pengguna layanan dan berdampak terhadap reputasi pemerintah.
Untuk itu, literasi dan peningkatan kompetensi SDM keamanan informasi lingkup Pemprov Kalsel akan terus dilakukan, disertai publikasi konten internet aman bagi masyarakat,” kata Ikhwan.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















