Ilustrasi
SuarIndonesia – Data Covid-19 menjadi salah satu yang rawan diretas oleh peretas.
Hal ini diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Gusti Yanuar Rifai.
Menurut pria yang akrab disapa Ifai, ini jika data covid diubah tidak sebagaimana adanya maka bisa saja terjadi kegaduhan karena berita bohong.
“Potensi pengubahan data covid-19 tetap ada dari ulah peretas. Memang sampai saat ini hal itu tidak terjadi dan kita usahakan agar tidak terjadi,” kata Ifai, baru-baru tadi.
Ia menyatakan data covid di Kalsel berada di Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo.
Dengan tidak menggunakan data tunggal maka mengurangi potensi pengubahan data dari peretas jaringan internet.
“Datanya kan ada di dinkes dan di kominfo, sehingga apabila diubah bisa diketahui. Jika gunakan data tunggal mungkin saja diganti pihak yang tak bertanggung jawab,” bebernya.
Pun demikian disebutkan Ifai tidak boleh dianggap remeh dan lengah. Para ahli teknologi informasi (TI) yang dimiliki tetap bekerja keras untuk menjamin keabsahan data tersebut.
“Misal angka sembuh 91 persen diganti menjadi 99 persen, kondisi itu bisa menyebabkan masyarakat merasa aman karena berita bohong.
Hal itu mengapa harus kita jaga data tersebut agar tidak bertolak belakang dengan fakta sebenarnya,” urainya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















