Suarindonesia – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin terima hibah senilai Rp48 miliar untuk biaya pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil WaliKota (Pilwali) Banjarmasin tahun 2020.
Dana tersebut dianggarkan tiga tahun anggaran mulai tahun 2017, 2018, hingga 2020 sehingga kekurangannya tinggal menambah tahun 2010 tahun depan.
Sekretaris KPU Kota Banjarmasin, Drs H Husni Thamrin, mengatakan dana sebanyak itu dicairkan bertahap sesuai peruntukan, setelah dibuat naskah perjanjian hibah daerah yang akan diteken pada 1 Oktober 2019.
“Jumlah tersebut sebesar Rp48 miliar yang kami terima nanti dana hibah untuk Pilwali Banjarmasin. Tapi ini dibagi-bagi lagi untuk empat instansi nantinya mulai KPU, Bawaslu, Pengamanan Polres dan Dandim,” ucap mantan Kabag Humas Pemko Banjarmasin Drs H Husni Thamrin kepada wartawan, di Balai Kota Banjarmasin, Senin (15/7) siang.
Husni menyebut empat instansi penerima dana ini adalah KPU sebesar Rp32 M, Bawaslu Rp6 M, Polresta Banjarmasin Rp7 M lebih, dan Kodim 1007 Banjarmasin sebesar Rp2 M lebih sehingga mencapai Rp48 M lebih.
“Memang setiap instansi menerima angka yang berbeda-beda disesuaikan keperluan instansi saat pelaksanaan Pilwali Banjarmasin,’’ katanya.
Khusus dana KPU yang mendapat Rp32 miliar karena memang kebutuhannya cukup besar mulai mempersiapkan kegiatan Pilkada hingga penetapan dan termasuk melakukan pembauaran honor petugas saat Pilkada nantinya, ujar Husni.
“Saya optimis alokasi dana sebesar Rp32 miliar untuk KPU Banjarmasin diharapkan sudah cukup untuk pelaksanaan Pilwali Banjarmasin 2020, pentahapannya memang maju dan sesuai draf yang masih dibahas akhir 2019 mulai pentahapan,’’ papar Husni Thamrin lagi.
Jadi, katanya, dana ini untuk menopang logistik Pilkada pada 1.879 tempat pemungutan suara se Kota Banjarmasin.
Mengacu Pemilu 2019, kata dia, dana Rp32 miliar dinilai cukup menyelenggarakan pilkada di Banjarmasin.
“Apalagi ini hanya Pilwali. Pokoknya kalau KPU sudah cukup lah,” katanya.
Sedangkan Kapolresta Banjarmasin, Kompol Sumarto, mengungkapkan polisi siap mengamankan Pilwali 2020. “Nanti kita lihat. Saya bilang itu bukan hanya aplikasi di Pemilu. Tapi sepaket dengan PSU, dari persiapan sampai penetapan. Kalau lebih, pasti dikembalikan,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















