CISC Kalsel Fasilitasi Sharing Penyintas Kanker

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Guna merajut kebersamaan menjalin silaturrahmi Cancer Information & Support Center (CISC) menggelar kegiatan sharing session sebagai wadah komunikasi bagi para pasien, keluarga dan penyintas kanker untuk berbagi pengalaman dan sebagai bentuk kepedulian kepada penderita kanker.

Ketua CISC Kalsel Dr Rusliansyah mengatakan kanker payudara atau CA Mammae sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui di Kalsel. Kemudian kanker serviks, kanker pada usus besar atau kolon atau yang juga dikenal dengan sebutan rektum, ovarium, rectum, limpoma dan lainnya.

“Kanker di Kalsel saat ini menempati tertinggi payudara, serviks dan paru. Dengan jumlah kasus baru 145 kasus, ungkap dosen Teknik ULM yang dikenal relawan penderita kanker ini.”

Sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa kanker kolorektal erat kaitannya dengan kanker keturunan atau kanker yang terjadi pada usia lanjut. Padahal, kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum ini juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.

Faktanya, 30% dari penderita kanker kolorektal adalah pasien di usia produktif, yaitu di usia 40 tahun atau bahkan lebih muda lagi. Oleh karena itu, dengan hidup sehat, skrining dan deteksi dini, penyakit ini dapat dicegah dan diobati tepat waktu.

“Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker kolorektal seperti pemberian terapi target, dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker kolorektal menjadi lebih panjang. Untuk kanker usus besar stadium 1, terapi bersifat kuratif atau sembuh. Sedangkan, untuk kanker usus besar stadium 2, 3, dan 4, memerlukan pengobatan adjuvant yaitu berupa kemoterapi, kemoterapi dan terapi target, atau kemoterapi dan radiasi pada kanker kolorektal,” jelasnya.

“Terapi target juga memberikan manfaat besar pada pasien kanker yang awalnya tidak bisa dioperasi menjadi bisa dioperasi sehingga memberi kemungkinan untuk bisa ditangani dengan lebih baik,” tambahnya.

Sementara, Penyintas Berliana Lumban Batu M Kes mengungkapkan bahwa kesadaran pentingnya akses pengobatan yang benar dan lebih baik bagi pasien kanker usus besar di Indonesia sangat penting. Pasien berhak untuk mendapatkan pengobatan terbaik melalui ketersediaan obat inovatif seperti target terapi.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

“Bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker K inilah kami mengajak agar kita semua bisa bekerja sama mendukung menyuarakan hak pasien tersebut agar pihak-pihak terkait dapat tergerak dan masukan suara dari pasien bisa menjadi pertimbangan penting untuk mengambil keputusan atau membuat kebijakan terkait akses kesehatan dan pengobatan kanker kolorektal,” ungkapnya.

Dosen ULM yang iuga penyitas Rosalina dan pemilik Rumah Singgah Kangker mengatakan Kanker bukan lagi merupakan vonis kematian sehingga hak pasien kanker untuk mendapatkan pengobatan terbaik harus diperjuangkan. CISC juga telah berkomunikasi dengan berbagai pihak, dari regulator dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan aspirasi dan pesan-pesan pasien kolorektal yang merasa terbebani dengan keputusan penghapusan tanggungan untuk pengobatan kanker kolorektal.

“Kami berharap upaya-upaya tersebut menghasilkan keputusan yang memberikan harapan yang positif bagi para pasien kanker kolorektal atas akses pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau sebagaimana diatur dalam UUD 45 dan Undang-undang terkait,” tutup Dosen ULM yang cantik ini.

Kegiatan Halal Bihalal yang dibuka Rektor ULM PRof DR Sutarto selain mengapresiasi kehadiran organisasi CISC juga mendorong supaya organisasi ini para penderita kanker di Kalsel yang cukupnya terus meningkat ini mempunyai wadah berkumpul dan berbagai dalam mengurangi penderitaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berharap CISC terus berkembang supaya bisa mendorong para penderita Kangker untuk hidup lebih baik lagi,” ungkap Sutarto.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong kehadiran CISC maju dan mandiri dan berjanji untuk menyampaikan kepada pemerintah supaya diperhatikannya lagi.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca