BUYA ARRAZY Beberkan Makna Kematian Sebelum Mati

- Penulis

Rabu, 15 Juni 2022 - 20:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dr. KH. Arrazy Hasyim, Lc. MA.Hum. atau yang kerap disapa Buya Arrazy kembali menyampaikan tausiyah atau kajian di Bumi Bershalawat, Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Selasa (14/6/2022) malam.

Kegiatan rutin yang digagas Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini merupakan bagian ke-4 dengan tema ‘Merindukan Kematian’, dan dihadiri ratusan warga, ulama, serta para ASN di lingkungan Pemprov Kalsel.

Sebelum tausiyah, didengarkan lantunan shalawat Maulid Habsyi Sekumpul yang dipimpin Guru Sa’aduddin, Imam Mushalla Ar Raudhah Sekumpul.

Paman Birin dalam sambutannya mengaku senang, tausiyah dan kajian bisa dilaksanakan setiap malam bulan purnama setiap bulan.
Pun tidak mengundang secara resmi, namun animo warga sekitar, ASN Pemprov Kalsel yang datang cukup banyak.

Pada kajian kali ini pun, Paman Birin juga bersyukur Abuya Arrazy bisa hadir di tengah-tengah jamaah.

“Alhamdulilah, pada malam ini kita kedatangan tamu istimewa Abuya Arrazy. Tak sekedar tamu, namun telah menjadi bagian keluarga masyarakat Kalimantan Selatan,” kata Paman Birin.

Sementara itu, dalam tausiahnya Buya Arrazy mengupas seputar kematian seseorang sebelum mati dan di akhir bagaimana seseorang merindukan kematiannya.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEL Pastikan Fasilitas Posko untuk Jemaah Haul

Kematian ujarnya, menjadi pengingat agar seseorang tidak terdikte oleh kenikmatan dunia yang sementara dan para ulama tasawuf kerap memberikan nasihat selalu ingat terhadap kematian.
Bahkan, ada isitilah “Matilah Sebelum Mati”.

Buya Arrazy memberikan penjelasan, mati yang dimaksud adalah ketika seseorang sadar bahwa dia punya kehidupan lain, sadar ada kehidupan selanjutnya setelah kehidupan dunia.

“Kita diperintah untuk mati dari hawa nafsu, dari tabiat buruk, dari pengharapan pada selain Allah Swt.

Mematikan jiwa dari hal-hal tersebut akan membuat kita sadar atas fananya kehidupan dunia sekaligus bersiap untuk menghadapi kematian hakiki,” ujarnya.

“Beberapa orang yang berzikir bisa merasa lebur dan hilang dalam zikirnya. Mereka putus hubungan dengan sekelilingnya dan hanya fokus pada Allah.

Seolah mati, tapi pezikir itu masih hidup. Mereka telah mati sebelum mati,” tambahnya.

Kajian pun ditutup dengan shalawatan maulid habsyi Sekumpul dan diakhiri dengan doa oleh Buya Arazzy. (adv/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUKUNG Pemkab Balangan Program Pascasarjana ULM
PASAR MURAH ke-35 Digelar Disperindag Balangan, Warga Terbantu
DISKOMINFOSAN Gelar FKP Standar Pelayanan
PEMBINAAN Mental Spiritual ASN Sekretariat DPRD Kalsel
DIGELAR BPK dan PMK Balangan LATBAR untuk Pererat Silaturrahmi
BUPATI Abdul Hadi, Buka Balangan Islamic Fest 2026 Disaksikan Ribuan Warga

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca