BURSA Pengganti Airlangga: AGK, Kahar Muzakir hingga Bahlil

- Penulis

Minggu, 11 Agustus 2024 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Airlangga Hartarto secara resmi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar sejak Sabtu (10/8/2024) malam kemarin. (Foto: Istimewa)

Airlangga Hartarto secara resmi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar sejak Sabtu (10/8/2024) malam kemarin. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Publik dikejutkan dengan keputusan Airlangga Hartarto yang tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua umum Golkar.

Video pengunduran dirinya beredar di publik pada hari ini, Minggu (11/8/2024) siang. Airlangga mengakui telah berhenti sebagai Ketum Golkar sejak Sabtu (10/8/2024) malam.

Ia pun beralasan mundur demi menjaga keutuhan Golkar dan stabilitas masa transisi pemerintahan dari era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo Subianto.

“Maka dengan ucap Bismillahirrahmanirrahim. Atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar. Maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketum DPP Golkar. Pengunduran diri ini terhitung sejak semalam, Sabtu 2024,” kata Airlangga dalam video tersebut, sebagaimana dikutip CNNIndonesia.

Bursa kandidat penggantinya pun telah beredar di publik. Baru-baru ini muncul beberapa nama seperti Waketum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Bambang Soesatyo, Kahar Muzakir hingga Menteri Investasi Bahlil Lahadia.

Golkar dijadwalkan menggelar rapat pleno untuk menentukan Plt Ketum Golkar pada Selasa (13/8/2024) mendatang.

Agus Gumiwang
Nama Agus Gumiwang diungkapkan oleh Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono masuk bursa sebagai pengganti Airlangga.

Agus kini masih berstatus sebagai Waketum Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian di era Kabinet Jokowi-Ma’ruf sampai saat ini.

Putra dari Gunandjar Kartasasmita ini sempat menjabat sebagai Menteri Sosial pada tanggal 24 Agustus 2018 menggantikan Idrus Marham yang menjadi tersangka kasus korupsi.

Bahlil Lahadalia
Nama Bahlil sempat diutarakan oleh politikus Golkar Andi Sinulingga yang masuk bursa Ketum Golkar dalam Munas Golkar nantinya.

Bahlil kini masih menjabat sebagai Menteri Investasi. Ia juga dikenal sebagai pengusaha. Namanya tercatat menjabat sebagai Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Bambang Soesatyo
Nama Bambang sempat diutarakan oleh Agung Laksono sebagai salah satu kandidat Ketum Golkar pengganti Airlangga.

Bamsoet kini masih berstatus Waketum Golkar. Kiprah Bamsoet kerap malang melintang di Parlemen Senayan. Ia kini menjabat sebagai Ketua MPR. Ia juga sempat menjadi Ketua DPR pada 2018-2019 lalu.

Kahar Muzakir
Nama Kahar sempat diungkapkan oleh Ketua DPP Golkar Zulfikar Arse Sadikin untuk mengisi kursi Plt Ketum Golkar.

Kahar kini masih menjabat sebagai Waketum DPP Golkar dan anggota DPR dari fraksi Golkar periode 2019-2024. Ia menjabat sebagai anggota DPR selama empat periode yakni 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024.

Kahar juga sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Sumatra Selatan pada periode 1998-2004.

Baca Juga :   KPU tak Cetak Ulang Surat Suara !, Gambar Aditya-Said Abdullah Dipastikan Tetap Terpampang

Dewan Pakar Golkar: Something Wrong, Ada Sesuatu!

Anggota Dewan Pakar Golkar Palar Batubara menilai ada ‘sesuatu’ di balik mundurnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum DPP Golkar.

Hal itu disampaikannya usai acara peluncuran buku biografinya berjudul 75 Tahun Bang Palar Batubara, Jiwa Sang Patriot sekaligus syukuran 75 tahun usianya.

“Nah, mungkin menjadi pertanyaan something wrong, ada sesuatu. Atau mungkin Airlangga sudah sadar akan dirinya, sadar ‘Oh, saya di rel yang salah’, itu bisa juga alasan dia mengundurkan diri, atau setelah dia tidak bisa lagi ‘diatur’, dia ditekan untuk mengundurkan diri,” kata Palar di Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2024).

Palar menyakini ada ‘sesuatu’ di balik mundurnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) itu dari kursi pimpinan Partai Golkar sebab penentuan Ketua Umum Partai Golkar sedianya diputuskan melalui Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar setiap 5 tahun sekali.

“Kalau sampai dia mundur, berarti ada ‘sesuatu’ seperti yang saya katakan tadi,” ucapnya, mengutip AntaraNews, Minggu (11/8/2024).

Ia bahkan menilai peristiwa mundurnya Airlangga sebagai Ketum Partai Golkar sebagai tsunami politik. Apabila tidak dimitigasi dapat berdampak lebih luas pada partai politik lainnya di Tanah Air.

Hal itu, kata dia, karena Partai Golkar sebagai salah satu partai politik yang cukup dewasa dan besar pun bisa dihantam oleh peristiwa demikian.

“Kalau seperti sekarang ini sudah terjadi tsunami politik, kita inginkan tsunami politik enggak sampai berdampak pada hal-hal yang lain. Akan tetapi, kalau tsunami politik ini juga tidak bisa di-manage dengan baik ini akan terjadi ke partai-partai politik yang lain,” tuturnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu (11/8/2024).

Dalam video resmi yang disiarkan Partai Golkar Airlangga menjelaskan alasan dia mundur karena ingin menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden RI Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemenang Pilpres 2024.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga dalam video tersebut. [*/UT]

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran
PEMDA Diminta tidak Lengah Meski Inflasi Terkendali
KETUA KPRP: Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR
PRESIDEN Putuskan Pembatasan Jabatan Polri di Luar Institusi
PEMERINTAH Kaji CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg
GO NASIONAL Sasirangan Todak Persit Kartika Chandra Kirana PD XXII/Tambun Bungai
POLRI akan Miskinkan Pengoplos LPG dengan Pasal TPPU
SKK MIGAS Temukan 13 Sumur dengan Cadangan Minyak 1 Juta Barel

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:21

DPRD KALSEL Beri Rekomendasi LKPj 2025 dan Restui Pemekaran

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:31

KETUA KPRP: Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:21

PRESIDEN Putuskan Pembatasan Jabatan Polri di Luar Institusi

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:07

PEMERINTAH Kaji CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg

Senin, 4 Mei 2026 - 23:59

GO NASIONAL Sasirangan Todak Persit Kartika Chandra Kirana PD XXII/Tambun Bungai

Senin, 4 Mei 2026 - 20:04

POLRI akan Miskinkan Pengoplos LPG dengan Pasal TPPU

Senin, 4 Mei 2026 - 19:55

SKK MIGAS Temukan 13 Sumur dengan Cadangan Minyak 1 Juta Barel

Senin, 4 Mei 2026 - 19:15

ANGGOTA DPRD KALSEL Angkat Bicara Soal Keresahan Tarif Listrik Tiba-tiba “Menyengat”

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca