BUNTUT AKSI Bakar Alquran, Hubungan Irak-Swedia Memanas

- Penulis

Kamis, 20 Juli 2023 - 22:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendukung ulama muslim Syiah Muqtada al-Sadr menggelar protes di Basra, Irak, Kamis (20/7/2023) pagi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes pembakaran Al-Quran di Swedia. (AP PHOTO)

Pendukung ulama muslim Syiah Muqtada al-Sadr menggelar protes di Basra, Irak, Kamis (20/7/2023) pagi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes pembakaran Al-Quran di Swedia. (AP PHOTO)

SuarIndonesia — Swedia mengizinkan demonstrasi di depan kantor Kedutaan Besar Irak, Stockholm. Demonstrasi itu diisi dengan aksi bakar Al-Qur’an, kitab suci agama mayoritas di Irak, Islam. Irak marah, hubungan kedua negara menjadi panas.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/7/2023), aksi demo yang dijadwalkan digelar Kamis (20/7) waktu setempat itu, terjadi hanya beberapa minggu setelah seorang pria membakar beberapa halaman Alquran di luar masjid utama di Stockholm. Aksi pembakaran Alquran itu telah menyebabkan kemarahan dan kecaman yang meluas di seluruh dunia.

Kepolisian Stockholm mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah memberikan izin untuk “pertemuan publik” di luar kedutaan Irak, tetapi tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut tentang apa yang direncanakan para pengunjuk rasa.

Menurut kantor berita TT, penyelenggara demo telah menulis dalam permohonan izin mereka bahwa para pengunjuk rasa akan membakar Alquran dan bendera Irak.

Polisi Swedia telah menekankan bahwa mereka hanya memberikan izin kepada orang-orang untuk mengadakan pertemuan publik dan bukan untuk kegiatan yang dilakukan selama itu.

Pada bulan Juni lalu, kepolisian Swedia telah memberikan izin untuk aksi protes Salwan Momika yang berusia 37 tahun, di mana dia menginjak-injak Al-Quran dan membakar beberapa halaman kitab suci umat Islam tersebut di depan masjid terbesar di Stockholm saat hari raya Idul Adha.

Sebelumnya pada bulan Januari lalu, ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark Rasmus Paludan membakar Alquran di depan kedutaan Turki di Stockholm untuk mengecam pengajuan keanggotaan Swedia ke NATO dan negosiasi dengan Turki untuk memungkinkan Swedia bergabung dengan aliansi tersebut.

Kedua peristiwa tersebut memicu serangkaian kecaman di dunia Muslim. Irak juga mengecam perkembangan terbaru.

Para pengunjuk rasa yang marah dengan pembakaran salinan Alquran menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Bagdad Kamis (20/7/2023) pagi. (AP Photo/Hadi Mizban)

Massa di Irak serbu Kedubes Swedia
Dilansir Deutsche Welle (DW), ratusan pengunjuk rasa menyerbu Kedutaan Besar (Kedubes) Swedia di Baghdad, Irak, pada Kamis (20/07) pagi waktu setempat. Para demonstran memanjat tembok gedung dan membakarnya.

Mereka melakukan aksi tersebut untuk mengantisipasi rencana pembakaran Al-Qur’an di Swedia Polisi anti huru-hara Irak menembakkan meriam air untuk membubarkan protes, sementara pasukan keamanan bersenjatakan tongkat listrik mengejar beberapa pengunjuk rasa, demikian laporan dari seorang fotografer AFP. Semua staf kedubes dinyatakan selamat.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Hubungan diplomatik
Menteri Luar Negeri Swedia kemudian memberikan pernyataan yang mengecam dan menyoroti tanggung jawab pemerintah Irak dalam menjaga hubungan diplomatik yang ada.

“Otoritas Irak bertanggung jawab atas perlindungan misi diplomatik dan staf kami,” kata Kementerian Luar Negeri Swedia dalam sebuah pernyataan kepada AFP, seraya menambahkan bahwa serangan terhadap kedutaan dan diplomat merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Wina.

Unjuk rasa tersebut didalangi oleh pendukung ulama Syiah, Muqtada Sadr. Aksi protes ini menentang rencana pembakaran Al-Qur’an yang kedua, menurut postingan di grup Telegram yang berisi ulama terkenal hingga media yang mendukung Sadr.

Irak “menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan keamanan dan perlindungan semua misi diplomatik, bersumpah untuk melawan setiap serangan yang ditujukan terhadap misi diplomatik,” menurut pernyataan itu.

Irak ancam putus hubungan dengan Swedia
Pemerintah Irak mengancam akan memutus hubungan diplomatik dengan Swedia jika aksi pembakaran Alquran kembali terjadi di Stockholm, ibu kota Swedia.

“Pemerintah Irak telah memberi tahu pemerintah Swedia melalui saluran diplomatik bahwa terulangnya insiden yang melibatkan pembakaran Alquran di tanah Swedia akan memerlukan pemutusan hubungan diplomatik,” demikian menurut sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri (PM) Irak Mohamed Shia al-Sudani, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/7/2023).

Dilansir detikNews, Dalam pernyataan tersebut, Irak mengutuk aksi pembakaran Alquran sebagai tindakan provokatif yang menimbulkan “ancaman terhadap perdamaian dan mendorong budaya kekerasan dan kebencian”.

Sudani sebelumnya telah bertemu dengan para pejabat keamanan senior dan diplomatik setelah para pengunjuk rasa Irak pada Kamis (20/7) pagi menyerbu dan membakar kedutaan Swedia di Baghdad. Aksi para demonstran Irak itu dilakukan untuk memprotes rencana pembakaran Alquran yang diperkirakan akan terjadi pada hari Kamis tersebut.

“Selama pertemuan darurat, diputuskan untuk menyerahkan orang-orang yang ditangkap karena bertanggung jawab atas pembakaran kedutaan Swedia di Baghdad ke pengadilan,” demikian pernyataan kantor PM Sudani. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:37

“GANGSTER” Masuk Kampung, Polisi Amankan Situasi Wilayah Banjarmasin Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 19:55

SKK MIGAS Temukan 13 Sumur dengan Cadangan Minyak 1 Juta Barel

Senin, 4 Mei 2026 - 19:15

ANGGOTA DPRD KALSEL Angkat Bicara Soal Keresahan Tarif Listrik Tiba-tiba “Menyengat”

Senin, 4 Mei 2026 - 15:25

PULUHAN TERSANGKA Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi Diungkap Polda Kalsel, Begini Modusnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:20

MENSOS Syaifullah: Pengadaan Sekolah Rakyat Bebas dari Korupsi

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:12

TUAN GURU APRESIASI Pengungkapan Pembunuhan Terhadap Ustazah, Meski Tinggalkan Kesedihan Mendalam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:21

TERUNGKAP MOTIF Pembunuhan Seorang Ustazah di Banjarbaru

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Berita Terbaru

Tim bulu tangkis China kembali menegaskan dominasinya di panggung beregu putra dunia dengan mempertahankan gelar juara Piala Thomas 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 3-1 pada laga final di Forum Horsens, Denmark, Senin (04/05/26) dinihari. (Foto: Istimewa)

Olahraga

CHINA Juara Thomas Cup 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:20

Otonomi daerah mewujudkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan harapan bangsa. (Foto: Medcen Kalsel)

Kalsel

OTONOMI DAERAH Wujudkan Kemandirian Kelola Potensi

Senin, 4 Mei 2026 - 20:09

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca