BPS Kalsel: Luas Panen Padi Naik 17,97 Persen

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 20:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petani panen padi dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester di Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok Antara)

Sejumlah petani panen padi dengan menggunakan alat mesin pertanian combine harvester di Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (13/8/2025). (Foto: Dok Antara)

SuarIndonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi di Provinsi Kalimantan Selatan meningkat 17,97 persen dari sekitar 246.060 pada 2024 menjadi 290.330 hektare pada akhir 2025.

Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif di Banjarbaru, Senin (9/2/2026) mengatakan, data yang dirilis pada Februari 2026 itu merupakan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) Padi per Desember 2025.

“Peningkatan luas panen tersebut mencerminkan aktivitas budidaya padi di daerah yang berlangsung lebih optimal dalam satu tahun terakhir,” dikutip AntaraNews dari laporan BPS Kalsel.

Mukhanif menyebutkan, luas panen padi yang meningkat menunjukkan kapasitas produksi padi di Kalimantan Selatan tetap terjaga dan cenderung menguat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, kenaikan luas panen tersebut terjadi hampir di seluruh periode pengamatan 2025, dengan peningkatan paling menonjol pada Subround III (September-Desember 2025). Pada periode tersebut, luas panen padi tercatat sekitar 130,90 ribu hektare, atau meningkat 40,61 persen dibandingkan Subround III 2024.

Menurut dia, peningkatan luas panen pada paruh kedua tahun itu memberikan kontribusi besar terhadap capaian luas panen kumulatif tahunan, sekaligus menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan produksi padi.

Baca Juga :   ROMBAK 40 Pejabat Pajak, Purbaya Ingatkan Bekerja dengan Profesional

Sejalan dengan bertambahnya luas panen, produksi padi di Kalimantan Selatan sepanjang 2025 tercatat mencapai sekitar 1,17 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat 14,55 persen dibandingkan produksi 2024. Dari produksi padi tersebut, BPS mencatat produksi beras daerah pada 2025 mencapai sekitar 697,79 ribu ton.

Ia menuturkan, data KSA Padi digunakan sebagai rujukan utama dalam memantau perkembangan luas panen dan produksi padi secara periodik, sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

“Informasi ini penting untuk melihat dinamika sektor pertanian secara menyeluruh serta mendukung perencanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan,” ujar Mukhanif. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”
KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. (pixabay/ ELG21).

Internasional

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:43

Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Dok Antara/Aswaddy H)

Bisnis

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:18

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara memusnahkan 1,7 ton media pembawa tanpa dokumen karantina dengan menggunakan incinerator di Satpel Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Selasa (14/4/2026). (Balai Karantina Kaltara)

Kaltara

DIMUSNAHKAN 1,7 Ton Media Pembawa tanpa Dokumen

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:08


Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya. (Antara)

Kalteng

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:00

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca