BNPB: Titik Panas Karhutla di Kalteng dan Kalbar Naik Sepekan Terakhir

- Penulis

Selasa, 10 Oktober 2023 - 22:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB menyatakan titik panas penyebab karhutla di Kalteng jadi 30.792 titik dan Kalbar jadi 5.834 titik. (ANTARA FOTO)

BNPB menyatakan titik panas penyebab karhutla di Kalteng jadi 30.792 titik dan Kalbar jadi 5.834 titik. (ANTARA FOTO)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkapkan ada dua dari enam provinsi yang masuk dalam prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami kenaikan titik panas atau hotspot dalam sepekan terakhir.

Dua provinsi itu adalah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara itu, empat provinsi lainnya yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau mengalami penurunan jumlah hotspot.

Hostpot adalah citra satelit yang mengindikasikan lokasi karhutla.

“Hanya dua yang naik, sisanya turun,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari,  seperti dikutip CNNIndonesia dari kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa (10/10/2023).

Berdasarkan catatan BNPB, jumlah hotspot di Kalteng pada 1 sampai 7 Oktober mencapai 30.792 itu. Jumlah itu mengalami kenaikan dari jumlah hotspot pada 25-30 September yakni 25.950 titik.

Di Kalbar, jumlah hotspot pada 1 sampai 7 Oktober mencapai 5.834 titik. Jumlah itu mengalami kenaikan dari sepekan sebelumnya sebanyak 4.757 titik.

Baca Juga :   IMIGRASI Surabaya Gagalkan Penjualan Ginjal Ilegal

Sementara itu, di Sumsel pada periode 1 sampai 7 Oktober jumlah hotspot tercatat 14.439 titik. Jumlah itu mengalami penurunan dari sepekan sebelumnya yang mencapai 17.141 titik.

Kemudian Kalsel, sepekan terakhir jumlah hotspot jadi 7.636 titik. Mengalami penurunan dari 13.389 titik.

Jambi selama sepekan terakhir ditemukan 978 hotspot atau mengalami penurunan dari sepekan sebelumnya yang mencapai 1.501 titik.

Terakhir, jumlah hotspot di Riau juga mengalami penurunan selama sepekan terakhir yakni dari 1.099 menjadi 697 titik.

Menurut Abdul, puncak hotspot terjadi pada pekan terakhir September. Pada pekan awal Oktober, beberapa daerah mulai diguyur hujan, sehingga jumlah hotspot mengalami penurunan.

“Jadi, meskipun di beberapa tempat masih menyala, tapi keberadaan hujan di beberapa tempat yang cukup intens dalam mereduksi titik api dan cakupan terbakar,” ujarnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru
MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh
MENKEU PURBAYA: Sementara, Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 16:50

DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca