BMKG: Waspadai Pasang Laut 2,7-2,8 Meter

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2025 - 22:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga beraktivitas di salah satu pantai di Kota Balikpapan, Kaltim. (ANTARA/M Ghofar)

Sejumlah warga beraktivitas di salah satu pantai di Kota Balikpapan, Kaltim. (ANTARA/M Ghofar)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak warga Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai pasang laut 2,7 hingga 2,8 meter pada 14-16 Januari 2025, karena berdampak, antara lain membahayakan anak-anak yang berenang di pantai.

“Pasang laut juga dapat berdampak negatif bagi masyarakat, seperti mengganggu aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Diyan Novrida di Balikpapan, Selasa (14/1/2025).

Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga yang tinggal di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk pemukiman warga yang dekat pantai atau mengakibatkan rob.

Berdasarkan prakiraan pasang surut di perairan Kaltim pada Dasarian II Januari 2025, di perairan Balikpapan akan ada pasang tertinggi 2,8 meter pada 14-16 Januari, pukul 19.00 dan 20.00 Wita, kemudian surut terendah 0,4 meter pada 16-18 Januari, pukul 13.00 dan 02.00 Wita.

Di perairan Balikpapan ini terdapat empat kawasan yang terpengaruh oleh pasang surut laut Balikpapan, yakni Samboja dan sekitarnya, Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Di sisi lain, kawasan tersebut banyak tambak di daerah pesisir yang masih aktif, sehingga ketika ada pasang laut maka dikhawatirkan peliharaan warga baik udang, ikan, kepiting di tambak bisa terdampak arus laut.

Baca Juga :   LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN

Dilansir dari AntaraNews, peringatan dini tersebut juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lain di Kaltim, seperti di perairan muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, yang bakal mengalami pasang tertinggi pada 15 Januari dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 23.00 Wita, sedangkan surut terendah 0,4 meter pada 15 dan 16 Januari pukul 03.00 dan 18.00 Wita.

Di muara Sungai Mahakam, kawasan Pulau Nubi dengan pasang tertinggi pada 14-16 Januari dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 19.00 hingga 20.00 Wita, sedangkan surut terendah 0,4 meter pada 16 Januari pukul 02.00 Wita. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
11 ORANG UTAN Dipantau Pasca-Evakuasi Akibat Karhutla
KEMENHAM Dorong Penanganan Karhutla Berkeadilan bagi Warga
KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan
OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla
OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:50

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 September 2026 - 22:26

KARHUTLA Kalbar: Tiga Helikopter CH-47 Chinook Jepang Perkuat Pemadaman

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Jumat, 4 September 2026 - 22:16

WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Rabu, 2 September 2026 - 20:24

HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 22:51

DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 20:08

BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca