BMKG: Masyarakat Pesisir Kotim Diminta Waspada Angin-Gelombang Tinggi

- Penulis

Selasa, 4 Juni 2024 - 21:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Basarnas melakukan pencarian korban diduga tenggelam di Laut Jawa sekitar muara Sungai Mentaya, Kotim, Kalteng (3/6/2024) kemarin. [ANTARA/HO-Basarnas Palangka Raya]

Tim Basarnas melakukan pencarian korban diduga tenggelam di Laut Jawa sekitar muara Sungai Mentaya, Kotim, Kalteng (3/6/2024) kemarin. [ANTARA/HO-Basarnas Palangka Raya]

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit meminta masyarakat di daerah pesisir mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang selama sepekan ke depan.

“Berdasarkan prakiraan kami tinggi gelombang untuk satu pekan kedepan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Selain itu, ada potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” kata Prakirawan BMKG Kotim Lyla Affifah di Sampit, Selasa (4/6/2024).

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meterologi Haji Asan Sampit, Lyla Afifah memantau perkembangan cuaca. [Foto: ISTIMEWA]
Ia menjelaskan, secara umum seluruh wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotim selama sepekan kedepan berpotensi terjadi pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.

Kondisi ini dapat menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah. Sehubungan dengan ini, masyarakat yang berada di wilayah pesisir terutama para nelayan yang beraktivitas di laut agar lebih waspada dan selalu memantau informasi terkait prakiraan cuaca sebelum melaut.

“Masyarakat diharap selalu memantau informasi cuaca melalui aplikasi info BMKG dan instagram BMKG Kotim. Kami selalu update untuk peringatan dini cuaca buruk di aplikasi tersebut,” ucap Lyla dikutip dari AntaraNews.

Ia juga menyampaikan, risiko angin kencang dan gelombang tinggi sesuai dengan jenis perahu yang melakukan pelayaran.

Untuk itu, perahu nelayan diminta waspada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter, kapal tongkang waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Selanjutnya, kapal ferry waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar diminta waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Baca Juga :   KALTENG-PERPUSNAS Kolaborasi Sukseskan Gerakan Indonesia Membaca

Sebelumnya, pada Minggu (2/6/2024) lalu seorang kru Kapal Raja Cumi 2 dikabarkan menghilang di Laut Jawa sekitar wilayah Kotim. Hal itu baru disadari kru lainnya saat kapal hendak bertolak dari lokasi penambatan untuk berpindah ke lokasi pemancingan. Dugaan sementara, korban yang diketahui bernama Otio Adit Setiawan (26) Lakis warga Jombang.

Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana memberangkatkan satu SRU (search and rescue unit) dari Pos SAR Sampit menggunakan sarana RIB (Riggit Inflatable Boat) untuk melakukan pencarian.

“Hari ini merupakan hari kedua kami melaksanakan operasi SAR, namun sementara korban belum ditemukan,” ungkapnya.

Indra Saputra selaku koordinator pada pencarian ini mengatakan titik jatuh korban diperkirakan sekitar 65 mil laut dari Muara Sampit ke arah selatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan unsur SAR, dan kami upayakan pencarian sesuai dengan rencana operasi SAR yang telah dibuat, dan semoga korban cepat ditemukan.” ucapnya.

Selain itu, Tim SAR Gabungan melakukan pemapelan terhadap kapal-kapal yang berlayar di area tersebut, agar apabila mendapat tanda-tanda keberadaan korban dapat memberikan informasi atau memberikan pertolongan.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam upaya pencarian. Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian Tim Rescue Pos SAR Sampit, Pos TNI AL Samuda, KSOP Sampit, serta nelayan sekitar. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PELAKU Pembantaian Ditangkap di Perbatasan Kalteng-Kaltim
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
MASYARAKAT Kalteng Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Rabu, 22 April 2026 - 17:44

DITLANTAS Polda Kalsel Raih Penghargaan Kakorlantas atas Inovasi Samsat Mobile

Selasa, 21 April 2026 - 21:37

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 April 2026 - 15:17

HARI JADI ke -38 Barito Putera di Stadion 17 Mei, “Energy with Brave”

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Berita Terbaru

Nasional

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

Minggu, 26 Apr 2026 - 00:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca