BKSDA: Kamera Trap di Pulau Hanibung Rekam Kemunculan Berbagai Satwa

- Penulis

Minggu, 21 Juli 2024 - 20:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim BKSDA Resort Sampit saat mengambil kamera trap yang dipasang di Pulau Hanibung, Rabu (17/7/2024) lalu. [ANTARA/HO-BKSDA Sampit]

Tim BKSDA Resort Sampit saat mengambil kamera trap yang dipasang di Pulau Hanibung, Rabu (17/7/2024) lalu. [ANTARA/HO-BKSDA Sampit]

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui BKSDA Resort Sampit mengambil kembali kamera trap yang dipasang di Pulau Hanibung, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kurang lebih satu setengah bulan

“Kami melakukan giat pengambilan kamera trap yang dipasang rekan-rekan BKSDA Kalteng di Pulau Hanibung. Sementara hasilnya, kamera merekam berbagai kegiatan satwa seperti beruk, monyet ekor panjang dan tupa,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, kutip AntaraNews, Minggu (21/7/2024).

Ia menjelaskan pemasangan kamera trap ini merupakan bagian dari kegiatan survei yang dilakukan Tim KeHati (Keanekaragaman Hayati) BKSDA Kalteng pada pertengahan Mei lalu.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rencana pemerintah daerah setempat untuk menjadikan Pulau Hanibung sebagai objek wisata taman satwa sekaligus kawasan konservasi bagi aneka flora dan fauna.

Selain satwa yang terekam dalam kamera trap, Muriansyah menyampaikan pihaknya menemukan jejak dan kotoran satwa lainnya di lokasi tersebut yang diduga merupakan jejak musang. Hal ini menandakan kemungkinan masih banyak satwa lainnya di pulau tersebut yang tak terekam kamera.

“Untuk mendeteksi keberadaan satwa itu bisa dari jejak, kotoran, bulu, sisa buah yang dimakan dan lainnya. Waktu itu kami menemukan adanya jejak satwa lain, namun sayangnya tidak terekam kamera,” ucapnya.

Muriansyah menjelaskan selain pengambilan kamera trap pihaknya juga melakukan sosialisasi dan diskusi dengan warga sekitar terkait jenis-jenis satwa liar yang dilindungi Undang-Undang dan cara penanganannya.

Dengan demikian, diharapkan warga bisa ikut menjaga keberadaan satwa liar di lokasi tersebut sebagai kekayaan dari keanekaragaman hayati di Pulau Hanibung.

Sebagai informasi, Pulau Hanibung merupakan bagian wilayah hulu Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Pulau seluas 260 hektare yang masih alami ini terdapat banyak flora dan fauna, sehingga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata taman satwa.

Untuk mencapai pulau tersebut perlu menggunakan perahu yang jika dari Dermaga Habaring Hurung Sampit diperlukan waktu kurang lebih 2 jam. Meski terkesan jauh, namun hal ini justru memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati susur sungai dan pemandangan di sekitarnya.

Baca Juga :   GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Selain memasang kamera trap, Tim KeHati juga telah turun langsung untuk melakukan survei keanekaragaman hayati di pulau tersebut. Metode survei yang dilakukan, yakni analisis vegetasi (anveg), pengambilan foto udara atau mapping, monitoring satwa dan wawancara dengan masyarakat sekitar.

Berdasarkan survei tersebut potensi flora yang ditemukan di Pulau Hanibung antara lain, papuri, jambu burung, ubar, ubar putih, gentalang atau manggis hutan, pempaning, ficus, jambu, pelawi, rungun, kakapas, banitan, rengas, jangkit, kumpang, gelam, gelam tikus, halaba, tabulus, tababuluh, pelawan, sepakau, seraka, rawa, katari, bengkirai dan ulin.

Kemudian potensi fauna mulai dari primata ada orang utan, bekantan, lutung hitam, monyet ekor panjang. Aneka burung seperti rangkong, elang brontok, elang bondol, kengkareng dada putih, jalak kerbau, burak, burung hantu, bubut, pempulu, kacer, cucak ijo, murai atau tinjau, tiung mas dan punai.

Lalu, berbagai jenis ikan di antaranya hiu kalimantan, parang-parang, lais bamban, lawang, baung, pari air tawar, baga-baga, papuntin, patin, pipih atau belida, gabus, kelabau, sanggang, papuyu atau betok, kapar, seluang, kaloi atau gurame, udang galah, keringau, mangki, masau, sidat dan tapah.

Selain itu, ada pula berbagai jenis reptil seperti buaya muara, biawak, ular piton, king kobra, labi-labi, biuku dan ular welang.

Dengan menjadikan lokasi tersebut sebagai objek wisata taman satwa diharapkan bisa membantu melestarikan keberadaan flora dan fauna yang ada.

Di sisi lain, untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Misalnya dengan membuka usaha transportasi menggunakan perahu menuju Pulau Hanibung, mendirikan penginapan, warung makan dan sebagainya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas
PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027
PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng
KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca