Biaya Pengiriman Naik, Asperindo Ancam Mogok Kerja

- Penulis

Kamis, 31 Januari 2019 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo) mengancam akan mogok kerja secara menyeluruh jika surat permohonan mereka kepada presiden RI tidak ditindaklanjuti.

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota Asperindo perwakilan Kalimantan Selatan, H Suhanto. Ia mengatakan rencana mogok kerja atau penutupan jasa pengiriman barang dilakukan serentak dan menyeluruh se Indonesia.

“Rencana mogok pengiriman ini berdasar pada kesepakatan seluruh anggota Asperindo se Indonesia yang jika masih tidak ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menekan keadaan yang bisa menyebabkan inflasi maka akan melakukan mogok pengiriman selama tiga hari,” ucapnya kepada awak media, Kamis (31/1).

Suhanto menyebutkan mogok pengiriman barang selama tiga hari sesuai kesepakatan dimulai pada tanggal 8 Februari hingga 10 Februari mendatang secara keseluruhan dari berbagai perusahaan bidang jasa pengiriman.

Baca Juga :   BANDARA NUSANTARA jadi Daya Tarik Investor Tanam Modal di Penajam

“Rencana sesuai kesepakatan tanggal 8 sampai 10 Februari nanti, tapi kita tunggu dulu apakah ada tindak lanjut dari pak presiden. Jika tetap seperti ini ya jelas akan kita lakukan ditanggal itu,” tegas Suhanto.

Sebelumnya Asperindo pusat melayangkan surat secara resmi kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo untuk menindak lanjuti permasalahan bagasi berbayar serta kenaikan biaya pengiriman baik dari jalur darat maupun laut.

Tidak tanggung tanggung dalam surat tersebut Presiden RI di deadline waktu 15 hari untuk mengatasi masalah yang bisa menyebabkan inflasi besar dalam skala nasional dan dalam surat tersebut termuat ancaman mogok pengiriman selama tiga hari tersebut.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji
PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan
PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia
PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha
HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca