Suarindonesia – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo) mengancam akan mogok kerja secara menyeluruh jika surat permohonan mereka kepada presiden RI tidak ditindaklanjuti.
Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota Asperindo perwakilan Kalimantan Selatan, H Suhanto. Ia mengatakan rencana mogok kerja atau penutupan jasa pengiriman barang dilakukan serentak dan menyeluruh se Indonesia.
“Rencana mogok pengiriman ini berdasar pada kesepakatan seluruh anggota Asperindo se Indonesia yang jika masih tidak ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menekan keadaan yang bisa menyebabkan inflasi maka akan melakukan mogok pengiriman selama tiga hari,” ucapnya kepada awak media, Kamis (31/1).
Suhanto menyebutkan mogok pengiriman barang selama tiga hari sesuai kesepakatan dimulai pada tanggal 8 Februari hingga 10 Februari mendatang secara keseluruhan dari berbagai perusahaan bidang jasa pengiriman.
“Rencana sesuai kesepakatan tanggal 8 sampai 10 Februari nanti, tapi kita tunggu dulu apakah ada tindak lanjut dari pak presiden. Jika tetap seperti ini ya jelas akan kita lakukan ditanggal itu,” tegas Suhanto.
Sebelumnya Asperindo pusat melayangkan surat secara resmi kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo untuk menindak lanjuti permasalahan bagasi berbayar serta kenaikan biaya pengiriman baik dari jalur darat maupun laut.
Tidak tanggung tanggung dalam surat tersebut Presiden RI di deadline waktu 15 hari untuk mengatasi masalah yang bisa menyebabkan inflasi besar dalam skala nasional dan dalam surat tersebut termuat ancaman mogok pengiriman selama tiga hari tersebut.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















