Suarindonesia – Membentengi lokasi tertentu dari ancaman kebencanaan, BPBD Kalsel persiapkan dua esa Tangguh
Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi satu program yang disiapkan pemerintah untuk membentengi lokasi tertentu dari ancaman kebencanaan.
Destana sudah dilaksanakan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sejak tahun 2014 silam.
Hingga tahun 2018 lalu, tercatat ada 24 destana di Kalsel.
Jumlah itu terdiri dari 22 destana dibina pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan 2 dastana binaan Badan Penananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.
Pada tahun 2019, BPBD kembali menyiapkan dua destana yaitu Desa Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan dan Desa Batik, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala.
“Dua desa tersebut telah memenuhi kareteria desa bencana, yakni terpencil, akses jalan yang sulit, jarak yang jauh, dan rawan bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin usai rapat persiapan desa tangguh bencana bersama BPBD Kabupaten Balangan dan Barito Kuala di kantor BPBD Kalsel, Rabu (3/7).
Pria yang akrab disapa Ujud ini menambahkan, seluruhnya ada 26 destana dengan tambahan dua desa di Kalsel.
Ia berarap dengan penetapan dastana tersebut bisa menciptakan masyarakat yang siap siaga menghadapi bencana. “Mengatasi bencana perlu keterlibatan semua unsur,” beber Ujud.
Sementara, Kasubid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, H Muhari menambahkan, kegiatan destana akan dilaksanakan mulai bulan Juli hingga 5 bulan ke depan.
Masyarakat yang akan dilatih sebanyak 40 orang oleh fasilitator provinsi dan desa dengan penguatan materi manajem resiko bencana dan tatacara evakuasi.
“Desa juga akan diberikan peralatan pemadam kebakaran,” kata Muhari. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















