BBM LANGKA Kemungkinan Peran Mafia Migas ? jadi Sorotan dan Begini Respon Pengamat

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 12:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antriann BBM  di SPBU

Antriann BBM di SPBU

SuarIndonesia – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), kemungkinan terjadinya mafia migas ?, jadi sorotan dan begini respon pengamat.

Dimana kelangkaan BBM kembali terjadi pada sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bukan semata soal keterlambatan suplai atau peningkatan konsumsi, namun ada bebarapa masalah, bakan pula bisa saja kemungkinan terjadinya mafia migas.

“Pemerintah harus segera mereformasi tata kelola distribusi untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi, terlebih daerah Kalsel,” kata pengamat kebijakan publik Subhan Syarief ST MT.

“Kalau diamati secara cermat maka ini sejatinya merupakan gejala dari persoalan struktural yang lebih dalam,” ujar Subhan Syarief, Pendiri Batang Banyu, Kamis (20/11/2025).

Sisi lain, jelas Subhan Syarief, jika ditinjau dari perspektif tata kelola migas, pola kelangkaan yang terjadi serentak, disertai antrean panjang dan disparitas stok antar wilayah, mengindikasikan adanya market disruption anomaly.

“Yakni, situasi ketika distribusi tidak sepenuhnya dikendalikan oleh negara, tetapi terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.

Bahkan ketika ditanya soal mafia migas menguasai jalur distribusi ia sebut kalau ini, ruang bagi mafia migas memang terbuka.

“Terutama dalam fase distribusi, dari kepemilikan armada tanker, depo, hingga SPBU dan sistem kuota. Pola penyimpangan seperti penimbunan, switching, dan pengalihan alokasi bukan terjadi secara insidental, melainkan menunjukkan karakter coordinated supply manipulation,” bebernya.

Di sinilah, tandas Subhan, mafia migas bekerja bukan sebagai pelaku ilegal di pinggir sistem, tetapi sebagai aktor ekonomi yang memanfaatkan celah tata kelola dan regulasi.

Ditanya ancaman mafia migas terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, menurut Subhan hal itu bisa saja terjadi dan berpotensi adanya serangan balik.

Jaringan ini memiliki akses logistik, finansial, dan bahkan kedekatan politik yang kuat dengan para penguasa sehingga mampu menekan pemerintah melalui kelangkaan atau kegaduhan distribusi.

Pertamina pun menjadi sasaran strategis karena merupakan wajah negara dalam pengelolaan energi.

Diketahui masyarakat Kalsel saat ini menghadapi sulitnya mendapatkan BBM terutama jenis Pertamax.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

Meningkatnya permintaan Pertamax dipicu fenomena banyaknya kendaraan bermotor khususnya roda dua yang mengalami kerusakan mesin diduga akibat penggunaan Pertalite dan masyarakat yang ingin beralih ke Pertamax justru menghadapi masalah baru yakni kelangkaan Pertamax di SPBU.

Subhan mendorong pembentukan Satgas Pengawasan Energi Daerah berbasis multi lembaga.

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah reformasi tata kelola, peningkatan dan perkuatan digitalisasi distribusi berbasis QR Code, pengembangan model tracking, dashboard stok publik, audit digital terhadap depo dan SPBU.

“Semua langkah ini diperlukan pembentukan Satgas berbasis multi lembaga seperti Polda, Kejaksaan, ESDM, BPH Migas, dan juga melibatkan publik yang independen,” jelas Subhan Syarief  asal Banjarmasin, peraih gelar Doktor Hukum Konstruksi Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

“Situasi ketika distribusi tidak sepenuhnya dikendalikan oleh negara, tetapi terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu,” ungkapnya.

“Di sinilah mafia migas bekerja bukan sebagai pelaku ilegal di pinggir sistem, tetapi sebagai aktor ekonomi yang memanfaatkan celah tata kelola dan regulasi,” ungkap Subhan.

Sekali lagi ia menduga adanya kasus kelangkaan BBM di sejumlah daerah merupakan serangan balik dari para mafia migas ke pemerintah.

Terlebih pemerintah sudah menyentuh kepentingan besar seperti menetapkan pemain besar seperti Riza Chalid sebagai tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Jaringan ini memiliki akses logistik, finansial, dan bahkan kedekatan politik yang kuat dengan para penguasa sehingga mampu menekan pemerintah melalui kelangkaan atau kegaduhan distribusi. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca