ATASI Kelebihan Kapasitas TPA Disiapkan “Sanitary Landfill”

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 20:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kepala DLH Kotim Marjuki saat berada di TPA Sampit belum lama ini. (Foto: Dok ANTARA/HO-DLH Kotim)

Kepala DLH Kotim Marjuki saat berada di TPA Sampit belum lama ini. (Foto: Dok ANTARA/HO-DLH Kotim)

SuarIndonesia — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan skema sanitary landfill untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

“TPA kita sekarang memang sudah bisa dikatakan overload, bukan dari keseluruhan luasan, tapi pada area yang kita gunakan. Untuk itu langkah kedepannya kami mulai menerapkan sanitary landfill, jadi sampah itu tidak terus ditumpuk begitu saja,” kata Kepala DLH Kotim Marjuki di Sampit, Selasa (10/6/2025).

Ia menjelaskan saat ini terdapat delapan depo sampah yang ada di Sampit. Sampah dari seluruh depo tersebut kemudian diangkut ke TPA di Jalan Jenderal Sudirman KM 14 sebagai lokasi terakhir pembuangan sampah.

Setiap harinya sampah rumah tangga yang dihasilkan warga Kota Sampit lebih dari 100 ton. Padahal, kata dia, kemampuan pengangkutan sampah saat ini hanya berkisar 80 hingga 83 ton per hari.

Menurut dia, saat ini penanganan sampah di Kotim belum bisa optimal. Disamping kurangnya personel dan armada, kendala lainnya adalah pemrosesan akhir di lokasi TPA yang belum berjalan dengan baik sehingga sampah yang masuk hanya terus ditumpuk.

Area TPA sebenarnya cukup luas yakni sekitar 68 hektare yang terdiri dari beberapa blok. Namun, lanjutnya, saat musim hujan banyak lokasi yang tidak bisa dimasuki truk pengangkut sampah karena akses jalan yang rusak.

Baca Juga :   OPTIMALKAN Kamera Pengawas untuk Pantau Angkutan PBS

Oleh karena itu DLH Kotim mencoba melakukan inovasi dengan menerapkan sistem sanitary landfill yang diharapkan mampu mengatasi masalah kelebihan kapasitas di TPA.

“Insya Allah minggu ini sudah mulai kita terapkan, bupati sudah menginstruksikan saya supaya penanganan sampah itu betul-betul serius,” ujarnya.

Marjuki pun menerangkan secara singkat terkait sistem sanitary landfill, yakni sistem pengelolaan sampah dengan cara membuat suatu cekungan atau lubang pada tanah, lalu memasukkan tumpukan sampah ke dalamnya kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Sampah yang dibuang ke dalam lubang tersebut adalah sampah yang cepat terurai, sedangkan sampah plastik dan semacamnya yang sulit terurai akan dipilah dan didaur ulang menjadi produk yang bisa dimanfaatkan, seperti paving block, briket dan sebagainya.

“Memang untuk memulai ini tidak mudah, tetapi kita punya tekad dan kemauan untuk itu,” tutur Marjuki dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Untuk mendukung penerapan sistem sanitary landfill pihaknya juga melakukan revisi pada peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah yang di dalamnya termasuk aturan pembuangan sampah.

Hal tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat maupun dunia usaha akan tanggung jawab terhadap penanganan sampah masing-masing, karena penanganan sampah ini tidak semata-mata tugas pemerintah daerah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin
SUNGAI KAPUAS MURUNG: Pria Diduga Tenggelam Ditemukan Mengapung
GUBERNUR AGUSTIAR: DAD Agar Proaktif dan Deteksi Dini Cegah Konflik

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:54

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:04

BURONAN Penggelapan Dua Mobil Ekspedisi Dibekuk “Macan” Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Kalsel

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca