SuarIndonesia – Bus Rafid Transit (BRT) Banjarbakula menjadi pilihan masyarakat.
Tingginya animo masyarakat menggunakan bus tayo ini menyebabkan dalam satu perjalanan penumpang harus berdiri.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, M Mirhansyah, mengaku sudah memohon kepada Kemenhub untuk menambah armada BRT di Kalsel. “Rabu (16/10) lalu tim Kemenhub sudah melakukan survei operasional BRT yang sudah ada.
Mudah-mudahan setelah melihat antusias dan suksesnya moda transportasi ini, Kemenhub merealisasi bantuan untuk memenuhi kebutuhan angkutan massal BRT di Kalsel,” kata Mirhan, Jumat (18/10).
Mirhansyah mengakui, tren penumpang BRT masih belum seimbang dengan jumlah armada yang ada. Saat ini armada yang beroperasi jumlahnya lima unit.
Diungkapkannya, jumlah penumpang koridor 1 yang melayani Banjarmasin-Banjarbaru setiap pagi hingga sore mencapai 80-90 persen.
Sedangkan jadwal malam hari, jumlah penumpang lebih sedikit, nmun tetap tinggi. Yakni, 70-80 persen atau hampir penuh.
“Tiap hari jumlah penumpang selalu meningkat. Buktinya, di halte maupun bus stop selalu banyak penumpang yang menunggu.
Para penumpang harus rela berdiri di dalam bus karena tak kebagian kursi,” ujar Mirhan.(RW)
Komentar Facebook
Bagikan ini:
Related
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















