APARAT Bermain dengan Bandar Narkoba harus ‘Dibersihkan’

- Penulis

Senin, 15 September 2025 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers ungkap kasus 11 jaringan narkotika dan pemusnahan barang bukti periode Agustus hingga September 2025 di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA/Fath P Mulya)

Konferensi pers ungkap kasus 11 jaringan narkotika dan pemusnahan barang bukti periode Agustus hingga September 2025 di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA/Fath P Mulya)

SuarIndonesia — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa aparat negara yang bermain dengan bandar narkoba harus dibersihkan demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Deputi IV Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polkam Inspektur Jenderal Polisi Desman Sujaya Tarigan saat konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (15/9/2025).

“Kita lakukan reformasi internal, aparat yang bermain dengan bandar narkoba harus dibersihkan, tanpa ampun. Pengkhianatan bangsa tidak layak diberi tempat di institusi negara ini,” kata Desman.

Dia mengatakan peredaran narkoba telah memakan korban yang sebagian besarnya generasi muda usia produktif. Dia pun menyoroti teknologi dan pola modus operandi peredaran barang haram tersebut terus berkembang.

“Mereka bekerja dengan kecanggihan, logistik kuat, dan uang yang tak terbatas,” ujarnya.

Sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto, imbuh dia, perang terhadap narkoba adalah bagian dari upaya penyelamatan bangsa. Narkoba telah menjadi senjata penghancur yang dapat menyerang kedaulatan bangsa.

Oleh karena itu, Kemenko Polkam memastikan negara akan hadir dengan semua instrumen kekuasaan yang sah untuk menghancurkan sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Negara tidak akan ragu menggunakan kekuatan maksimal untuk memberantasnya. Bukan hanya pesan moral, tapi komando langsung. Pemerintah akan bertindak lebih keras, lebih tegas, dan tanpa pandang bulu,” ucap dia.

Selain reformasi internal, Desman juga mengatakan sinergisitas lintas sektor perlu diperkuat dalam memberantas narkoba. Menurut dia, tidak ada lembaga negara yang bisa bekerja sendiri-sendiri.

BNN, Polri, TNI, Kejaksaan, Bea Cukai, Imigrasi dan Pemasyarakatan, pemerintah daerah, hingga tokoh-tokoh masyarakat diminta untuk bersatu.

Baca Juga :   POLRESTA BANJARMASIN Raih Predikat Pelayanan Publik Prima dari Kapolri

Di samping itu, dia menyebut kecanggihan jaringan narkoba perlu diimbangi dengan penggunaan teknologi yang masif dengan sistem pengawasan modern, mulai dari pintu masuk negara seperti pelabuhan dan bandara hingga dunia siber.

“Lakukan pendekatan preventif dan rehabilitatif. Anak-anak muda yang terjerumus harus diselamatkan. Namun, bandar besar dan pengedar kelas kakap harus dihukum seberat-beratnya,” tutur Desman dilansir dari AntaraNews.

Dalam kesempatan tersebut, Desman mengapresiasi kinerja BNN RI yang telah berhasil mengungkap jaringan dan kasus peredaran narkotika di berbagai wilayah Indonesia serta jaringan lintas negara pada periode Juli–September 2025.

“Petugas BNN berhasil menyita total barang bukti narkotika dengan mencapai berat puluhan ton, termasuk ganja kering 2,5 ton, sabu lebih dari 120 kilogram, ganja sintetis cair, kokain, ekstasi, serta bahan kimia dan peralatan clandestine lainnya,” ucap dia.

Selain barang bukti, aset pelaku juga berhasil disita BNN. “Aset hasil tindak pidana pencucian uang dari narkotika disita senilai Rp52 miliar. Total pelaku yang berhasil diamankan mencapai lebih dari 70 orang, termasuk pengendali, kurir, penerima paket hingga narapidana dan jaringan lintas negara,” katanya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
PRAPERADILAN Febrie Ditolak
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut
TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar
KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun
DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong
27.485 SPPG Diaudit dan 463 Dapur MBG Dibekukan Sementara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca