ANTISIPASI Kekeringan Dukung Swasembada Pangan

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana tanam perdana di lahan hasil program cetak sawah bantuan Kementerian Pertanian di Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu (30/4/2025). (Foto: ANTARA/HO-Dishanpang Kotim)

Suasana tanam perdana di lahan hasil program cetak sawah bantuan Kementerian Pertanian di Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Rabu (30/4/2025). (Foto: ANTARA/HO-Dishanpang Kotim)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melakukan antisipasi lebih luas menghadapi kemarau 2025, bukan hanya terkait peningkatan potensi kebakaran tapi juga kekeringan lahan pertanian.

“Antisipasi yang perlu kita lakukan kali ini lebih luas. Kalau dulu kita bicara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tapi sekarang kita juga mengantisipasi kekeringan untuk mendukung program swasembada pangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Kamis (1/5/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun ini lebih singkat, namun tingkat kekeringannya justru lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Musim kemarau 2024 lalu dipengaruhi fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah, sehingga cenderung lebih basah. Sedangkan, pada musim kemarau tahun ini diprediksi normal atau netral tanpa dipengaruhi fenomena lainnya.

Oleh karena itu, walaupun musim kemarau diprediksi lebih singkat, namun ancaman kekeringan tetapi perlu menjadi perhatian serius. Terlebih, pemerintah secara nasional menetapkan masa tanam dan kekeringan ini bisa berdampak pada hasil tanam.

BPBD Kotim pun telah melakukan persiapan meliputi 3P, yakni peralatan, personel dan pembiayaan guna mengantisipasi terjadinya karhutla dan kekeringan pada musim kemarau.

“Kami juga berharap seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi terkait potensi kekeringan di musim kemarau ini, seperti memastikan ketersediaan air agar bahan pangan yang ditanam bisa dipanen sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujar Multazam, dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Kekeringan merupakan salah satu bencana dan ia menegaskan, bahwa berkaitan dengan kebencanaan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD tetapi semua unsur, sehingga semuanya harus terlibat di dalamnya.

Baca Juga :   TUMBANG NUSA: Tiga Helikopter Water Bombing Lawan Karhutla

Khususnya dalam mendukung program swasembada pangan, maka sektor pertanian harus lebih waspada akan ancaman kekeringan dengan memastikan ketersediaan air agar tidak menghambat upaya untuk mewujudkan kesuksesan program swasembada pangan.

Terutama pada daerah-daerah yang rawan terjadinya karhutla dan kekeringan serta sulit dijangkau oleh petugas, maka dinas terkait diharapkan bisa mempersiapkan peralatan dan sarana prasarana sebagai antisipasi, serta melibatkan masyarakat dan dunia usaha.

Ketersediaan air untuk pertanian dapat dilakukan dengan fungsional sistem pengairan, terlebih Kotim sebelumnya mendapat bantuan program pompanisasi dari pusat. Program ini bisa membantu mengoptimalkan irigasi persawahan di wilayah yang topografinya sulit.

“Tentunya kita berharap kekeringan itu tidak sampai terjadi tetapi kalaupun itu terjadi maka harus di informasikan secepatnya agar bisa dilakukan tindakan supaya tanaman yang sudah ditanam itu tetap bisa tumbuh dengan baik,” kata Multazam menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”
CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas
SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng
PENERBANGAN ke Muara Teweh Dibatalkan Akibat Kabut Asap
KARHUTLA Kalteng: 12 Orang Ditetapkan Tersangka
300 Lebih Orang Utan Dirawat di Dua Pusat Rehabilitasi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:50

DIINTENSIFKAN Disdikbud Kalsel Rencana Kenaikan Tipoligi Museum Lambung Mangkurat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30

KARHUTLA Merembet ke Kawasan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:01

PELAKU Diduga Bakar Lahan di HSS Diamankan Polisi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:47

HARI JUANG POLRI, Kapolda Kalsel : Semangat Para Pendahulu Harus Terus Dijaga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:30

KAPOLSEK Banjarmasin Selatan Turun Langsung Selamatkan Korban Laka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:33

PERKUAT Penanganan Karhutla Atasi Dampak Sosial

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25

CEGAH Karhutla Meluas ke Hutan Lindung LA

Berita Terbaru

Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Foto: HO-Humas Bakom RI)

Nasional

ATASI Karhutla Kalimantan Pemerintah Perkuat OMC

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:10

Warga menunjukkan layar laman BMKG terkait perkembangan kondisi udara di Kota Palangka Raya, Jumat (21/8/2026). (Foto: Antara/Rendhik Andika)

Kalteng

KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca